DPR Nilai Transformasi BUMN Di Bawah Danantara Tunjukkan Positif

DPR Nilai Transformasi BUMN Di Bawah Danantara Tunjukkan Positif
DPR sebut Transformasi BUMN Sektor Keuangan Danantara Berhasil [FOTO: NET].

JAKARTA - Komisi XI DPR RI menilai proses transformasi BUMN sektor jasa keuangan yang dikomandoi oleh Danantara memperlihatkan torehan hasil yang positif.

"Kinerja positif Himbara, Pegadaian, dan PNM pada kuartal pertama 2026 menunjukkan transformasi BUMN Himbara dan UMi yang dijalankan Danantara berada pada jalur yang tepat. Yang kami lihat bukan sekadar peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah indikator penting bahwa transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," kata Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/07/2026).

Hal tersebut tecermin dari akumulasi keuntungan bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) yang tercatat menyentuh Rp39,92 triliun pada kuartal I 2026.

Secara rinci, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun disertai pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 17,4 persen secara tahunan (yoy).

BRI mencatatkan laba bersih Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026 alias melonjak 13,7 persen (yoy), yang disokong oleh realisasi penyaluran kredit senilai Rp1.562 triliun serta Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555 triliun.

Pencapaian tersebut melanjutkan tren positif sepanjang 2025, sewaktu BRI meraih laba konsolidasian Rp57,13 triliun serta membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun.

Sementara itu, BNI mencatatkan perolehan laba Rp5,66 triliun dengan akselerasi pertumbuhan kredit 20,1 persen menjadi Rp919,3 triliun. Hingga pemungkas Mei 2026, total aset BNI menembus Rp1.365,36 triliun, DPK senilai Rp1.063,92 triliun, dan ekuitas berada di angka Rp160,99 triliun.

Selanjutnya, BSI membukukan raihan laba Rp2,2 triliun, yang mana capaian ini melesat 17,1 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan pasokan dana murah, kinerja bisnis emas, serta pertumbuhan digital yang solid.

Kemudian BTN mencetak keuntungan Rp1,16 triliun dengan peningkatan laba tertinggi mencapai 55,84 persen yang diimbangi penguatan peran intermediasi di sektor perumahan.

Misbakhun menguraikan, hadirnya Danantara selaku pengelola investasi dan transformasi BUMN telah memicu terciptanya sinergi yang makin kokoh antar-entitas Himbara serta UMi.

Pendekatan tersebut diharapkan sanggup mendongkrak efektivitas pengelolaan aset negara sekaligus memastikan bahwa tiap-tiap BUMN mengeksekusi mandat pembangunan yang diamanatkan pemerintah.

Ia menilai keberhasilan BUMN sektor keuangan pada kuartal I 2026 menjadi pilar guna memperkokoh kepercayaan publik terhadap arah transformasi BUMN yang tengah digulirkan pemerintah melalui Danantara.

“Kinerja ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BUMN. Tujuan akhirnya bukan hanya mencetak keuntungan, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola BUMN mampu memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang sekaligus memegang posisi CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebutkan kapitalisasi pasar Himbara berada di angka sekitar Rp1.100 triliun, atau menyumbang hingga 10 persen dari total nilai pasar modal Indonesia.

Menurut pandangannya, Himbara didorong agar tidak semata-mata berfokus sebagai entitas bisnis belaka.

"Perbankan tidak semata-mata mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, mulai dari UMKM, komersial, hingga korporasi," jelas Rosan.

Di samping itu, BUMN UMi, salah satunya Pegadaian, sukses mencetak laba bersih mencapai Rp4,38 triliun atau mengalami peningkatan 87,2 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 sebesar Rp2,34 triliun.

Akselerasi performa Pegadaian ini turut ditunjukkan dari realisasi total aset yang kini menyentuh Rp183,8 triliun, atau melesat 56 persen dari catatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp117,8 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index