JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menerima hibah pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park dengan nilai mencapai Rp 177,9 miliar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengutarakan, penyerahan hibah ini menandai tuntasnya proyek pengembangan infrastruktur sekaligus memperkokoh kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.
"Hari ini kami tidak hanya menyaksikan penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dudy dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park atas dukungan yang telah diberikan bagi pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Maleo," lanjut Dudy.
Pengembangan Bandara Maleo menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah guna menyesuaikan daya tampung infrastruktur transportasi udara dengan pesatnya pertumbuhan kawasan industri Morowali.
Kehadiran fasilitas bandara yang lebih memadai diharapkan mampu melancarkan pergerakan masyarakat, tenaga kerja, pelaku usaha, hingga kelancaran distribusi logistik. Langkah ini juga ditujukan untuk memacu daya saing ekonomi Sulawesi Tengah.
"Ke depan kami berkomitmen membangun sektor penerbangan yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan serta menyambut setiap kemitraan yang mendukung peningkatan kualitas dan keandalan layanan penerbangan nasional," kata Dudy.
Pengerjaan pengembangan Bandara Maleo meliputi penataan runway strip dan Runway End Safety Area (RESA), pembenahan struktur tanah memanfaatkan metode CFG Pile, serta perpanjangan landasan pacu sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter.
Pekerjaan lainnya mencakup pembangunan turning area, pemasangan pagar di area sisi udara, serta penyempurnaan marka landasan. Total cakupan area yang dikembangkan menembus 54.011,95 meter persegi dengan nilai hibah sebesar Rp 177,99 miliar.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara selanjutnya bakal melanjutkan peningkatan fasilitas bandara. Pekerjaan tersebut mencakup pemantapan struktur landasan, perluasan apron, hingga penyediaan sarana navigasi dan visual aid.
Peningkatan tersebut difokuskan supaya Bandara Maleo sanggup melayani operasional pesawat berkapasitas lebih besar tanpa mengabaikan standar keselamatan dan keamanan penerbangan.
Dudy turut menyoroti kemitraan Indonesia dan China pada sektor penerbangan yang terus bertumbuh. Salah satunya tercermin melalui penyelenggaraan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) di Yogyakarta pada awal Juli lalu.
Menhub berharap relasi bilateral kedua negara terus diperkuat, termasuk melalui dukungan China atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO Council).
“Dalam semangat kemitraan tersebut, kami berharap ICAO Council dapat memberikan kontribusi yang konstruktif bagi kemajuan penerbangan sipil internasional dan kepentingan bersama di kawasan Asia Pasifik,” tegas Dudy.