Bangun 1.369 Kampung Nelayan, Pemerintah Kejar NTN di Atas 120

Bangun 1.369 Kampung Nelayan, Pemerintah Kejar NTN di Atas 120
Pemerintah Targetkan NTN Tembus 120 Lewat 1.369 Kampung Nelayan [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah mematok target peningkatan kesejahteraan nelayan lewat percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dipusatkan pada penyediaan sarana pascapanen serta penguatan ekosistem perikanan.

Program ini diharapkan sanggup mendongkrak Nilai Tukar Nelayan (NTN) menembus angka 120 dalam jangka dua tahun, sekaligus membenahi posisi tawar nelayan yang selama ini tergolong lemah lantaran terbatasnya sarana pendukung.

Sasaran tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkokoh sektor kelautan sebagaimana tecermin pada lonjakan Nilai Tukar Petani (NTP) dalam kurun dua tahun belakangan.

Pihak pemerintah menilai pendekatan pembangunan sarana infrastruktur serta pemantapan rantai pasok yang diterapkan pada sektor pertanian sanggup direplikasi demi memacu kesejahteraan masyarakat wilayah pesisir.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengutarakan pemerintah merasa optimistis pencapaian NTN dapat melesat signifikan apabila pengerjaan Kampung Nelayan Merah Putih terealisasi selaras dengan rencana.

Keyakinan tersebut dilandasi oleh pengalaman pemerintah saat memacu kenaikan NTP dari angka 104 pada 2024 menjadi 127,73 per Juni 2026.

"Pada 2024 Nilai Tukar Petani berada di angka 104. Per Juni 2026 sudah meningkat menjadi 127,73. Saya optimistis, jika Kampung Nelayan Merah Putih berjalan baik, dalam dua tahun Nilai Tukar Nelayan juga bisa meningkat dari sekitar 103 menjadi di atas 120," ujar Zulhas, dikutip Rabu (22/7/2026).

Pada fase awal, pemerintah mematok target pengerjaan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih rampung pada pemungkas 2026. Agenda ini berkedudukan sebagai bagian dari sasaran jangka menengah untuk mendirikan 5.000 kampung nelayan hingga 2029 selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Zulkifli, kendala utama pada sektor perikanan sejatinya tidak bersumber dari kemampuan nelayan saat memanen ikan, melainkan minimnya sistem pascapanen yang memaksa hasil tangkapan mesti buru-buru dijual dengan harga miring. Dampaknya, posisi tawar nelayan di hadapan para pembeli terbilang masih cukup lemah.

Lantaran hal tersebut, pemerintah bakal melengkapi area Kampung Nelayan Merah Putih menggunakan aneka sarana penunjang, seperti cold storage, pabrik es, SPBU khusus nelayan, fasilitas tambatan perahu, bengkel kapal, shelter pendaratan ikan, hingga infrastruktur logistik pendukung lainnya.

"Kalau fasilitas tersedia, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga murah. Posisi tawar meningkat, pendapatan naik, dan kesejahteraan ikut terdongkrak," katanya.

Pemerintah mengklaim penerapan tahap awal dari program tersebut telah membukukan imbas positif. Kinerja produktivitas sektor perikanan disebut-sebut melesat berkisar 10% hingga 30%, sementara denyut aktivitas ekonomi di kawasan pesisir berpeluang tumbuh pada kisaran 5,4% sampai 16,2%.

Berdasarkan penuturan Zulkifli, capaian tersebut membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur perikanan tak cuma berdampak pada penguatan pendapatan nelayan, melainkan juga sanggup menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.

Selain melangsungkan percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, pihak pemerintah turut merembukkan pengembangan kisaran 40.000 lokasi budi daya ikan darat tematik beserta kawasan tambak terpadu.

Langkah ini menjadi bagian dari formulasi strategi untuk memantapkan ketahanan pangan berbasis protein, sekaligus mengerek kontribusi sektor kelautan dan perikanan bagi perekonomian nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index