Pertamina Bangun Fasilitas Bioetanol 30 Ribu KL di Banyuwangi

Pertamina Bangun Fasilitas Bioetanol 30 Ribu KL di Banyuwangi
Pertamina Garap Fasilitas Bioetanol di Banyuwangi demi Target E10 [FOTO: NET].

JKAARTA - Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza membeberkan bahwa Pertamina tengah mengerjakan pembangunan fasilitas pengembangan bioetanol yang berlokasi di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan daya tampung produksi menyentuh 30 ribu kiloliter (KL) per tahun.

“Langkah ini dilakukan guna mengejar target pencampuran E10 sesuai peta jalan (roadmap) Pemerintah,” ujar Oki, Rabu (22/07/2026).

Akselerasi program E10 merupakan bagian dari wujud strategi pemerintah dalam memangkas volume impor bensin, demi merealisasikan ketahanan energi nasional.

Di samping menopang perwujudan E10, saat ini Pertamina juga sedang mengaplikasikan program biodiesel B50. Penerapan skema B50 tersebut kian mengukuhkan posisi Indonesia selaku negara pemanfaat biodiesel terbesar di kancah global. 

Jaringan distribusinya pun telah meluas, menjangkau 86 dari total 121 Terminal BBM milik Pertamina di penjuru Indonesia.

Oki menguraikan tiga potensi utama bioenergi dalam mengawal ketahanan energi nasional.

Pertama, ketersediaan bahan biomassa domestik yang tergolong sangat melimpah. Kedua, perannya yang teramat vital untuk menyokong ketahanan energi sekaligus mengakselerasi dekarbonisasi di ranah transportasi.

Ketiga, pemanfaatan bioenergi sanggup menggerakkan roda ekonomi sirkular yang memberikan kontribusi pada peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat.

Di luar optimalisasi CPO (Crude Palm Oil), Pertamina mulai membidik potensi raksasa yang belum terolah secara optimal, yakni Tandan Kosong Sawit (TKS). Memiliki estimasi volume yang menyentuh angka sekitar 25 juta ton per tahun, TKS dinilai menyimpan nilai tambah strategis untuk diproses menjadi bioetanol.

"Tantangan kami sekarang ada di hilirisasi. Bagaimana TKS ini bisa kami pecah menjadi glukosa lalu menjadi bioetanol. Kalau inisiatif ini berhasil, maka tidak ada lagi limbah yang sia-sia," ujar Oki.

Ia menegaskan Pertamina tak dapat melangkah sendirian dalam agenda transisi energi ini. Formulasi yang mesti dirancang adalah dengan mengokohkan keseluruhan ekosistem biofuel, berawal dari ketersediaan pasokan bahan baku, pematangan teknologi di fasilitas kilang, hingga proses distribusi menuju masyarakat.

"Ini semua membutuhkan kerja sama. Tidak bisa hanya mengandalkan industri, namun harus ada sinergi antara pemerintah, perbankan, akademisi, dan masyarakat. Tujuannya satu, mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi beban devisa negara," kata Oki.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index