Adhi Karya Raup Laba Rp8,49 Miliar di Semester I/2026, Naik 12,6 Persen

Adhi Karya Raup Laba Rp8,49 Miliar di Semester I/2026, Naik 12,6 Persen
Semester I/2026: Laba Adhi Karya Naik 12,6 Persen Jadi Rp8,49 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten BUMN karya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,6 persen dan penurunan pendapatan usaha 18,4 persen secara tahunan pada Semester I/2026.

Merujuk pada laporan keuangan selama periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, emiten pelat merah tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,11 triliun. 

Angka tersebut meluncur turun 18,4 persen secara tahunan dibandingkan perolehan pendapatan pada semester I/2025 sebesar Rp3,81 triliun. Dengan demikian, perolehan pendapatan ADHI tergerus sekitar Rp700,85 miliar dalam setahun.

Meski porsi pendapatan tertekan, penyusutan beban pokok pendapatan menghadirkan ruang bagi perseroan untuk menata kembali profitabilitas operasionalnya. Beban pokok pendapatan susut dari Rp3,24 triliun menjadi Rp2,41 triliun. 

Situasi tersebut mendorong laba bruto ADHI melonjak 22,3 persen YoY menjadi Rp700,42 miliar, dari yang sebelumnya Rp572,87 miliar.

Catatan kinerja operasional turut memperlihatkan penguatan. Laba usaha perseroan melesat 67,4 persen YoY menuju Rp316,17 miliar, dibandingkan posisi Rp188,85 miliar pada semester I/2025.

Namun, tekanan masih tampak pada pos di bagian bawah laba usaha. Beban keuangan meningkat menjadi Rp349,17 miliar dari Rp339,81 miliar. Di samping itu, tingkat rugi dari entitas asosiasi kian membengkak menjadi Rp23,92 miliar, dibandingkan Rp3,36 miliar pada kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya.

Alhasil, laba tahun berjalan ADHI terkoreksi 10,6 persen YoY menjadi Rp17,51 miliar, dari Rp19,59 miliar pada semester I/2025. Walau begitu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menembus Rp8,49 miliar, naik 12,6 persen YoY dari Rp7,54 miliar pada semester I/2025.

Melihat dari sisi neraca, total liabilitas ADHI per 30 Juni 2026 tercatat di angka Rp24,21 triliun, turun 5,0 persen dibanding posisi Rp25,50 triliun pada 31 Desember 2025. 

Penurunan ini utamanya didorong oleh liabilitas jangka pendek yang susut 12,5 persen menjadi Rp17,02 triliun, dari Rp19,46 triliun pada penutupan 2025. Sebaliknya, porsi liabilitas jangka panjang merangkak naik 4,5 persen menjadi Rp7,19 triliun, dari Rp6,04 triliun.

Di sektor permodalan, total ekuitas ADHI merambat naik tipis 0,5 persen menjadi Rp3,31 triliun, dibandingkan Rp3,30 triliun pada akhir 2025. 

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berada pada level Rp2,87 triliun, menguat sekitar 0,3 persen dari Rp2,87 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, porsi kepentingan nonpengendali naik 2,0 persen menjadi Rp440,84 miliar.

Melalui posisi liabilitas yang melandai serta ekuitas yang tergolong stabil, total liabilitas dan ekuitas ADHI per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp27,53 triliun, menyusut 4,4 persen dibanding posisi Rp28,79 triliun pada 31 Desember 2025.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index