Berkat Biometrik, Registrasi Kartu SIM Turun Jadi 250 Ribu Per Hari

Berkat Biometrik, Registrasi Kartu SIM Turun Jadi 250 Ribu Per Hari
Registrasi Biometrik Kartu SIM Tekan Angka Pendaftar Bodong [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membeberkan bahwa pendaftaran kartu baru saat ini sudah merosot hingga kisaran 250.000–280.000 pengguna per hari berkat diterapkannya skema verifikasi biometrik.

"Sampai sekarang bisa diturunkan sampai kurang lebih 250.000-280.000 per hari," kata Meutya, dalam agenda Deklarasi Komitmen Bersama Implementasi Penuh Registrasi Pelanggan Berbasis Data Biometrik, di Garuda Spark FX Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).

Meutya memaparkan, sebelum adanya skema registrasi biometrik, tercatat sekitar satu juta pengguna per hari mendaftarkan kartu anyar dengan mengandalkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang kerap dimanipulasi.

"Kalau enggak salah sehari bisa satu juta nomor baru tanpa registrasi biometrik, menggunakan NIK yang belum tentu NIK-nya diri sendiri," ujar dia.

Kendati grafik pendaftaran kartu baru melandai sejak metode biometrik diberlakukan mulai Januari 2026, Meutya menjamin hal tersebut tidak akan mendatangkan kerugian bagi pihak operator seluler.

"Di saat yang bersamaan, teman-teman operator tidak terlalu berarti kehilangan konsumennya, karena angka satu juta di awal itu angka bodong. Artinya kartunya ada, orangnya ya itu lagi itu lagi," kata dia.

Meutya justru mencemaskan keberadaan oknum yang dengan sengaja menyalahgunakan identitas pihak lain demi mengaktifkan nomor baru bermodalkan NIK curian.

"Syukur kalau orang beneran, khawatirnya dan dugaan utama kami adalah digunakan justru untuk kejahatan-kejahatan digital yang tidak juga memberi nilai ekonomi besar bagi para operator seluler," ucap dia.

Ia percaya bahwa regulasi registrasi biometrik ini mampu menjadi penawar di tingkat hulu guna memutus rantai tindak kejahatan berbasis digital lewat penutupan celah anonimitas.

"Kami harapkan juga pada ujungnya adalah ekosistem digital yang memang lebih sehat, perusahaan-perusahaan operator seluler yang memang lebih sehat, pencatatan baik pelanggan maupun keuangan yang ke depan akan lebih baik," ujar.

Sebelumnya, pihak Komdigi mendata sebanyak 6,8 juta warga masyarakat sudah menuntaskan registrasi kartu SIM memanfaatkan verifikasi biometrik terhitung sejak Januari hingga Juli 2026. 

Penerapan verifikasi biometrik pada registrasi kartu SIM diselenggarakan guna memperketat pelindungan identitas warga sekaligus memperkuat langkah pencegahan tindak kejahatan digital yang menyasar data pribadi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index