JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri sesi I perdagangan hari ini, Kamis (23/7), di zona hijau. Kenaikan ini ditopang oleh saham-saham di sektor komoditas dan konglomerasi seiring melonjaknya harga minyak di pasar global.
Pada penutupan sesi I, IHSG menguat 95,67 poin atau 1,51 persen menuju posisi 6.430,15. Di sisi lain, indeks LQ45 yang menampung 45 saham unggulan turut terkerek 6,20 poin atau 0,98 persen ke level 638,75.
“Penguatan IHSG hari ini, kami perkirakan didorong oleh penguatan pada emiten-emiten konglomerasi dan emiten komoditas energi dan emas, dimana diketahui terdapat kenaikan harga minyak mentah dan emas di tengah memanasnya kembali konflik Timur Tengah.” kata Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit sewaktu dihubungi Antara di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Hingga sesi I usai, sektor-sektor yang terkoneksi dengan komoditas energi dan emas mencatatkan kenaikan, meliputi sektor energi (IDXEnergy) yang melonjak 4,32 persen, serta sektor barang baku (IDXBasic) yang terkerek naik 2,71 persen.
Mempertimbangkan tren positif ini, Herditya memproyeksikan IHSG memiliki ruang untuk bergerak menuju rentang level 6.447-6.476 pada perdagangan hari ini. “Kami perkirakan IHSG berpeluang menguji 6.447-6.476,” ujar Herditya.
Di pasar internasional, harga minyak mentah mendaki hingga menyentuh level tertinggi dalam enam pekan terakhir. Kondisi ini terpicu oleh insiden serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker milik Arab Saudi di perairan Laut Merah, yang memperkuat kekhawatiran terkait potensi gangguan pasokan energi dunia.
Memasuki perdagangan hari ini pukul 12.45 WIB, harga minyak jenis WTI tercatat terangkat 1,37 persen ke kisaran level 88,02 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak jenis Brent melaju 2,01 persen menuju kisaran 95,96 dolar AS per barel.
Berjalan seiring dengan minyak, harga komoditas emas ikut merangkak naik hingga menembus level 4.130 dolar AS per troy ounce seiring melonjaknya permintaan terhadap aset safe haven.
Saat bel penutupan perdagangan sesi I di BEI dibunyikan, frekuensi transaksi saham tercatat mencapai 1.728.000 kali dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 32,18 miliar lembar saham serta nilai transaksi mencapai Rp11,86 triliun. Sebanyak 470 saham tercatat menguat, 175 saham melemah, dan 320 saham stagnan.
Pergerakan bursa saham di kawasan Asia siang ini kompak menguat, antara lain indeks Nikkei terangkat 0,83 persen ke level 66.684,00, indeks Shanghai naik 0,24 persen ke 3.876,88, indeks Hang Seng melesat 1,23 persen ke 25.198,72, indeks Kospi melonjak 4,33 persen ke 7.092,54, serta indeks Shenzhen terkerek 0,12 persen ke posisi 14.077,36.