JAKARTA — PT Express Trasindo Utama Tbk. (TAXI) sedang menjajaki potensi kerja sama dengan penyedia taksi listrik asal Vietnam, Xanh SM, yang beroperasi lewat merek Green and Smart Mobility (Green SM).
Melalui keterbukaan informasi, manajemen TAXI mengonfirmasi bahwa perseroan telah merampungkan kemitraannya dengan PT Rekan Anak Bangsa, yang merupakan entitas usaha di bawah Grup GoTo, per 2 Juli 2026.
"Perseroan saat ini masih berada pada tahap pembahasan awal terkait potensi kerja sama dengan Xanh SM. Pembahasan yang berlangsung masih bersifat penjajakan untuk mempelajari model bisnis yang diterapkan," ujar manajemen TAXI dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (23/7/2026).
Sebagai informasi, Xanh SM mulai merambah pasar otomotif Indonesia mengusung merek Green and Smart Mobility (GSM) sejak akhir 2024 lalu.
Mengingat proses diskusi masih berjalan di tingkat awal, pihak manajemen menjelaskan bahwa detail bentuk maupun pola implementasi kerja sama tersebut belum bisa dibagikan kepada publik secara rinci.
"Apabila di kemudian hari terdapat perkembangan yang bersifat material dan memenuhi ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku, perseroan akan menyampaikannya kepada publik," tulisnya.
Di sisi lain, tuntasnya kerja sama dengan Grup GoTo berdampak pada penyusutan jumlah unit armada operasional TAXI hingga kisaran 30%.
Manajemen menegaskan bahwa pengakhiran kontrak ini bukan dipicu oleh tindakan wanprestasi dari salah satu pihak, melainkan murni berakhir sesuai dengan kesepakatan masa kontrak yang telah ditentukan.
Selesainya kemitraan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi TAXI di tengah langkah perseroan untuk terus memaksimalkan utilisasi armada serta memperluas kran pendapatan lewat kolaborasi dengan bermacam mitra strategis.
"Terkait rencana pembiayaan, perseroan menggunakan fasilitas pembiayaan dari lembaga pembiayaan (leasing) untuk pengadaan kendaraan operasional. Kewajiban pembayaran angsuran kepada leasing dilakukan setiap bulan, dengan sumber pembayaran berasal dari setoran operasional yang diterima perseroan dari para pengemudi (driver) sesuai dengan skema kerja sama yang berlaku," ujar manajemen.
Membedah laporan keuangan perseroan, TAXI mencatatkan tren perbaikan kinerja pada kuartal I/2026. Angka pendapatan melonjak hingga Rp2,26 miliar dari posisi Rp668,09 juta pada kuartal I/2025. Bersamaan dengan itu, nilai rugi bersih berhasil ditekan menjadi Rp322,59 juta dari yang sebelumnya mencapai Rp1,93 miliar.