JAKARTA - Berlainan dengan jenis cabang olahraga kompetitif yang mengusung target ataupun level tertentu, aktivitas yoga bagi anak-anak justru lebih menitikberatkan pada aspek kenyamanan, keleluasaan gerak tubuh, serta kemampuan si buah hati dalam menikmati kegiatan yang selaras dengan fase usianya.
Walau demikian, terdapat beberapa poin penting yang wajib dicermati para orangtua manakala berencana mendaftarkan anak mengikuti sesi kelas yoga.
Rangkaian persiapan ini tidak sekadar berfokus pada kelengkapan atribut fisik, melainkan mencakup pula kesiapan mental anak dalam berkenalan bersama aktivitas yang tergolong baru bagi mereka.
Instruktur Yoga Anak dari Yogaland, Felicia Sinta, menyampaikan bahwa sama sekali tidak ada kriteria persyaratan rumit bagi anak yang berminat mendalami yoga. Menurutnya, setiap anak bebas mengikuti porsi latihan dengan kapasitas masing-masing.
“Tidak ada syarat khusus untuk anak-anak yang mau ikut yoga, karena yoga itu olahraga yang non-kompetitif, jadi tidak ada target level tertentu,” jelas Sinta, Sabtu (18/7/2026).
Lantas, apa saja berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum anak ambil bagian dalam kelas yoga?
4 Hal yang perlu dipersiapkan untuk ikut yoga anak
1. Siapkan matras yang nyaman
Salah satu instrumen perlengkapan yang krusial untuk disediakan adalah matras. Perangkat penunjang ini berfungsi sebagai alas bagi anak ketika mereka memperagakan beragam variasi pose yoga.
Keberadaan matras terbukti ampuh membantu anak senantiasa merasakan kenyamanan tatkala mereka mengeksekusi berbagai pose dalam posisi duduk, merebahkan diri, ataupun bergerak aktif.
Selain itu, eksistensi matras juga memegang peranan vital terhadap faktor keselamatan anak sepanjang mengikuti rangkaian aktivitas.
“Tapi biasanya yang harus disiapkan matras supaya anak tetap nyaman dan aman saat bergerak,” kata Sinta.
Para orangtua dapat memastikan posisi matras terhampar di atas bidang permukaan yang aman serta tidak licin. Melalui cara tersebut, anak bisa lebih bebas bereksperimen mengeksplorasi gerakan tanpa merasa terganggu oleh kondisi alas yang dipakai.
2. Kenakan pakaian yang nyaman
Rangkaian gerakan yoga menuntut anak untuk menggerakkan sekujur bagian tubuhnya secara fleksibel. Oleh sebab itu, busana yang dikenakan sebaiknya dirancang agar tidak membatasi ruang lingkup gerak sang anak.
Sinta menganjurkan agar para orangtua cermat memilih model pakaian yang sanggup menjaga kenyamanan anak manakala mereka mempraktikkan aneka ragam pose yoga.
“Jangan lupa untuk pakai pakaian yang nyaman untuk bergerak dan mencoba berbagai pose,” ujar Sinta.
Pemakaian busana yang nyaman terbukti turut membantu anak agar lebih fokus mencerna setiap arahan instruktur. Dengan demikian, si kecil tidak perlu direpotkan oleh kebiasaan membenahi pakaian yang terasa mengganggu di tengah-tengah gerakan.
3. Jangan memaksa anak mengikuti yoga
Di samping mempersiapkan berbagai perlengkapan pendukung, orangtua juga wajib memantau tingkat kesiapan psikologis sang anak. Tidak semua anak serta-merta langsung terpikat ketika kali pertama dikenalkan pada dunia yoga.
Seandainya anak tampak masih ragu-ragu ataupun belum menunjukkan minat bergabung, Sinta secara tegas mengingatkan para orangtua agar menghindari tindakan pemaksaan.
“Kalau anak belum mau ikut, tidak masalah, jangan dipaksakan. Biarkan anak melihat dulu dan tertarik, sehingga dia bisa lebih enjoy ikut sesinya,” jelasnya.
Para orangtua dianjurkan memberikan ruang serta kesempatan bagi anak guna mengamati jalannya kelas yoga dari kejauhan terlebih dahulu.
Melalui tahapan observasi itu, anak dapat mengenali atmosfer ruangan serta dinamika gerakan yoga secara perlahan hingga akhirnya tumbuh dorongan internal di dalam dirinya untuk mencoba sendiri.
4. Sesuaikan gerakan dengan usia anak
Sesi kelas yoga anak tidak pernah disamaratakan melalui porsi gerakan yang kaku untuk semua golongan umur. Setiap ragam pose diperkenalkan secara bertahap demi menyesuaikan kapasitas fisik anak.
“Pengenalan posenya juga sangat bertahap sesuai usia dan kemampuan anak. Jadi kami tidak akan memaksakan, tapi memang biasanya akan diberikan variasi agar anak tidak bosan,” pungkas Sinta.
Dengan demikian, para orangtua sama sekali tidak perlu merasa cemas seolah anak dituntut langsung menguasai teknik pose tertentu kala pertama kali terjun ke dunia yoga.
Hal paling esensial yang perlu diutamakan adalah memastikan anak merasakan kenyamanan, keamanan, serta kemampuan menikmati seluruh rangkaian proses pengenalan gerakan secara mengalir dan bertahap.