IHSG Hari Ini Diprediksi Tertekan Kenaikan Harga Minyak dan Tarif AS

IHSG Hari Ini Diprediksi Tertekan Kenaikan Harga Minyak dan Tarif AS
IHSG Ditutup Turun Ke Level 6.185 Dipicu Sentimen Global dan BI [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini usai ditutup melandai tajam pada akhir pekan lalu.

Berdasarkan rilis data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (24/7/2026), IHSG mengakhiri perdagangan dengan penurunan 1,88% menuju posisi 6.196,43. Koreksi ini terjadi setelah indeks sempat menembus level psikologis 6.400 secara intraday pada pekan yang sama.

Langkah penurunan tersebut dipicu maraknya aksi ambil untung (profit taking) yang berhembus seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia. 

Kenaikan harga sektor energi mengerek kecemasan investor atas potensi peningkatan inflasi global jika gesekan di Timur Tengah berlangsung dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Secara sektoral, seluruh indeks sektor terjerembap di zona merah. Koreksi paling tajam menimpa sektor consumer cyclical yang melandai 3,04%, menegaskan kian tingginya kekhawatiran investor mengenai prospek tingkat konsumsi di tengah himpitan tekanan eksternal.

Analis Phintraco Sekuritas mencermati bila konflik di Timur Tengah bergulir lama, tarif minyak berpeluang bertahan di level tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi tersebut dikhawatirkan bakal kembali memicu eskalasi inflasi global dan memengaruhi sentimen di pasar keuangan.

Himpitan terhadap pergerakan IHSG turut datang dari arah kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang menerapkan tambahan tarif impor sebesar 10% atas produk ekspor asal Indonesia. 

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan ketidakpastian bagi para pelaku pasar, utamanya mengenai prospek kinerja ekspor nasional.

Melihat dari kacamata teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG mengindikasikan bahwa laju daya dorong penguatan mulai mengendor. Lewat perpaduan sentimen eksternal beserta sinyal teknikal tersebut, Phintraco memprediksi IHSG berpeluang melanjutkan fase konsolidasi pada pekan depan.

"IHSG berpeluang menguji area support pada kisaran 6.000-6.100 apabila harga minyak mentah tetap bertahan di level tinggi," tulis tim dikutip, Minggu (26/7/2026).

Live Timeline

09:15 WIB — IHSG Dibuka Turun Usai Gubernur BI Mundur 

Merujuk data BEI pada pukul 09.02 WIB, IHSG mengawali perdagangan dengan melemah 0,53% ke posisi 6.163,52. Dari ratusan emiten konstituen, sebanyak 179 saham menguat, 320 saham melandai, serta 466 saham lainnya stagnan.

Adapun melemahnya laju indeks di awal perdagangan hari ini terjadi beriringan dengan keputusan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari posisinya.

12:09 WIB — IHSG Tertahan di Zona Merah

 IHSG membukukan penurunan sebesar 0,36% menuju level 6.173,93 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini. Sebanyak 299 saham terangkat, 312 saham mengandai, dan 182 saham bertengger stagnan. Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di posisi Rp10.852,14 triliun.

16:22 WIB — IHSG Ditutup Turun 0,17%

 Berdasarkan pencatatan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengakhiri sesi dengan melandai 0,17% atau menyusut 10,64 poin ke posisi 6.185,78. Indeks komposit hari ini dibuka pada level 6.185,79 dan sempat mengintai posisi puncaknya di angka 6.219,41.

Tercatat, sebanyak 307 saham berhasil menguat, 341 saham terkoreksi, serta 147 saham berjalan stagnan. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar berada di level Rp10.874,02 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index