JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengantongi fasilitas non-cash loan dengan plafon hingga US$75 juta atau berada di kisaran Rp1,35 triliun (berpatokan pada asumsi kurs Rp17.935 per US$) tanpa agunan (clean basis) dari PT Bank Mizuho Indonesia.
Fasilitas pinjaman tersebut berbentuk trade tanpa komitmen (omnibus facility) yang melingkupi Bank Garansi, standby letter of credit (SBLC), letter of credit (L/C) impor, account payable financing (APF), beserta fasilitas pinjaman berulang (revolving loan facility).
Pasokan fasilitas ini disiapkan untuk menyokong kebutuhan operasional serta pengembangan proyek panas bumi emiten berkode saham PGEO tersebut.
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat meyakini bahwa jalinan kerja sama ini menjadi pijakan strategis dalam memperluas jangkauan pendanaan perusahaan sekaligus memperkokoh fleksibilitas pembiayaan demi menopang agenda pertumbuhan jangka panjang.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia,” ujar Fransetya, dikutip dari siaran pers, Minggu (26/7/2026).
Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia Heru Gautama Hatman menyampaikan bahwa kemitraan ini merefleksikan wujud komitmen Bank Mizuho Indonesia dalam menyokong pengembangan energi bersih di Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi jangka panjang bersama PGE.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan PGE kepada Bank Mizuho Indonesia. Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” katanya.
Kerja sama yang terjalin dengan Bank Mizuho Indonesia—yang berdiri sebagai bagian dari jaringan grup jasa keuangan terbesar di Jepang—turut memperkuat ekosistem pembiayaan hijau PGE yang sebelumnya telah disokong berbagai sumber dana, mencakup instrumen pendanaan berkelanjutan hingga kolaborasi dengan ragam lembaga keuangan internasional.
PGE terus mengedepankan strategi pendanaan yang sehat serta prudent demi menjamin keberlanjutan investasi pada proyek-proyek ekspansi panas bumi.
Melalui jalinan kolaborasi bersama institusi keuangan internasional, perseroan memperkokoh fondasi permodalan guna menyokong target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri hingga menyentuh 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan menanjak menjadi 1,8 GW pada 2034.
Langkah tersebut kian mempertegas sumbangsih PGE dalam mengakselerasi pengembangan potensi panas bumi nasional sekaligus mengawal ketahanan dan swasembada energi Indonesia tatkala memasuki abad kedua pengembangan panas bumi.