Summarecon (SMRA) Investasi Rp78 Miliar Bangun TOD Stasiun Bekasi

Summarecon (SMRA) Investasi Rp78 Miliar Bangun TOD Stasiun Bekasi
SMRA Bangun Stasiun Bekasi Ekstensi, Bidik Peluang Pendapatan Baru [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) secara resmi mengawali pengerjaan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi sebagai bagian dari pengembangan kawasan terpadu Summarecon Bekasi.

Perseroan menggelontorkan alokasi investasi senilai Rp78 miliar untuk pembangunan tahap awal proyek ini, dengan target rampung dalam kurun 18 bulan.

Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan buah sinergi Summarecon bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam merancang kawasan berbasis transit atau TOD.

President Director SMRA Adrianto P. Adhi mengutarakan, pengerjaan stasiun ini menjadi pijakan awal pengembangan kawasan TOD Summarecon Bekasi yang akan terintegrasi dengan ragam moda transportasi publik.

"Pengembangan TOD Summarecon ini akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kawasan terpadu Summarecon Bekasi selanjutnya," ujarnya dikutip, Minggu (26/7/2026).

Menurut penjelasannya, hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi tidak dimaksudkan untuk menggeser peran Stasiun Bekasi yang sudah beroperasi saat ini. Sebaliknya, kedua stasiun bakal saling melengkapi guna memurai kepadatan calon penumpang sekaligus mengerek konektivitas kawasan.

Ia membeberkan bahwa Stasiun Bekasi Ekstensi bakal mengakomodasi penumpang dari arah barat dan selatan, sedangkan Stasiun Bekasi eksisting akan lebih difokuskan untuk melayani pergerakan masyarakat dari wilayah utara dan timur. 

Pembagian rute ini diharapkan mampu membuat mobilitas masyarakat lebih efisien serta mendorong pemanfaatan transportasi massal.

"Melalui Stasiun Bekasi Ekstensi yang merupakan bagian dari TOD Summarecon, masyarakat Bekasi akan terhindar dari konsentrasi penumpukan penumpang. Inisiatif ini akan mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, meningkatkan konektivitas kawasan, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan," imbuhnya.

Sesudah pemancangan stasiun tuntas, Summarecon berencana melanjutkan garapan kawasan mixed use yang terhubung dengan transportasi umum. Eksekusi proyek lanjutan tersebut bakal diselaraskan dengan dinamika permintaan pasar serta geliat aktivitas di kawasan TOD.

Di samping itu, perseroan turut merancang pembangunan lintasan transportasi massal sepanjang kira-kira 5 kilometer yang menghubungkan area Bekasi Utara melintasi kawasan Summarecon Bekasi sampai tersambung dengan Stasiun LRT Jabodebek.

"Nanti pada saatnya kami akan melanjutkan dengan pengembangan jalur transportasi massal yang akan menghubungkan wilayah Bekasi Utara melalui Summarecon Bekasi, melewati TOD ini hingga bertemu dengan Stasiun LRT di pinggir tol," jelas Adrianto.

Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas areal seluas 7.038 meter persegi dengan total luas bangunan 6.733 meter persegi. Struktur bangunan dirancang setinggi tiga lantai yang dilengkapi fasilitas korridor penghubung serta sky bridge demi mendukung integrasi antarmoda.

Berpotensi Jadi Sumber Pendapatan Baru

Adrianto menilai ekspansi TOD berpeluang melahirkan titik pusat kegiatan ekonomi baru di kawasan Bekasi. Laju mobilitas masyarakat yang tinggi di area transit diproyeksikan sanggup mendongkrak nilai komersial kawasan sekaligus membuka keran sumber pendapatan baru bagi perseroan.

"Potensinya tentu dengan adanya transit-oriented development akan menjadi sebuah hub masyarakat. Dengan adanya crowd dan density, aktivitas komersial akan ikut berkembang," ujarnya.

SMRA membidik perolehan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp5,2 triliun untuk tahun buku 2026. Target tersebut akan ditopang oleh penjualan dari seluruh portofolio proyek properti perseroan yang tersebar di sembilan kawasan kota terpadu.

Perseroan optimistis target tersebut dapat terwujud seiring dengan tren penjualan yang positif. Pada kuartal I/2026, Summarecon mengantongi penjualan properti senilai Rp1,2 triliun, melesat 37% ketimbang periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index