Kurs Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Makin Jauh di Atas Rp18.000

Kurs Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Makin Jauh di Atas Rp18.000
Kurs Rupiah Tumbang Lagi, Tembus Rp18.083 per Dolar AS pada 28 Juli [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah melesat turun pada hari perdagangan kelima secara berturut-turut. Pada Selasa (28/7), kurs rupiah di pasar spot meluncur turun Rp 74 atau 0,41% menjadi Rp 18.083 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selaras dengan pasar spot, kurs rupiah Jisdor turut tumbang Rp 93 atau 0,52% menuju posisi Rp 18.088 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor tercatat melesu selama empat hari berturut-turut.

Pihak pasar terus mengamati kompas arah kebijakan moneter Indonesia ke depan usai Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melayangkan pengunduran diri pada Senin (27/7/2026).

Bank Indonesia memegang peranan krusial terhadap kuantitas serta harga uang, stabilisasi nilai rupiah, likuiditas pasar uang dan valuta asing, hingga tata kelola lalu lintas arus modal.

Rupiah berada di posisi terdepan memimpin pelemahan di antara mata uang kawasan Asia. Maraknya aksi jual di pasar saham beserta pasar keuangan bertindak menjadi penekan bagi mata uang regional Asia.

Dolar Taiwan tergerus 0,34%. Dolar Singapura meluncur 0,15%. Ringgit Malaysia terkoreksi 0,12%.

Yuan China susut 0,12%. Baht Thailand merosot 0,07%. Yen Jepang terkikis 0,05%.

Di sisi lain, sederet mata uang Asia sanggup merangkak menguat di tengah deraan tekanan pasar keuangan. Won Korea menanjak 0,27%.

Rupee India terangkat 0,09%. Peso Filipina menguat 0,08%. Dolar Hong Kong menanjak tipis 0,009%.

Indeks dolar yang mencerminkan komparasi nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menanjak 0,02% ke posisi 101,55.

Indeks dolar terpantau menguat dalam empat hari masa perdagangan secara beruntun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index