JAKARTA - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) memperkokoh bisnis layanan teknologi informasi pada tahun 2026 ini. ASGR melihat celah peluang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital.
Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications PT Astra Graphia Tbk Satryo Dewandono memaparkan, iklim ekonomi sepanjang 2026 masih sarat tantangan. Kendati demikian, Astragraphia tetap mengawal daya saing di lini bisnis printing, technology, beserta digital transformation.
Menurut penjelasannya, entitas anak AGIT turut mengoptimalkan tren perkembangan teknologi. AGIT membukukan tren pertumbuhan bisnis IT services sepanjang tahun ini.
“Untuk lebih detailnya akan kami jelaskan pada rilis kinerja Astragraphia Semester I 2026,” ujar Satryo, Selasa (28/7/2026).
Memasuki semester II-2026, AGIT bakal memperkokoh lini bisnis IT professional services. Fokus utamanya melingkupi managed services, operation services, hingga business application services. AGIT turut mengatrol standar, metodologi, beserta kompetensi pada ranah IT services.
Perseroan memperluas cakupan jangkauan pasar via skema strategi go-to-market. Di luar itu, AGIT merajut kemitraan strategis dengan entitas perusahaan lokal maupun mancanegara. Langkah ini dieksekusi demi memperkuat daya saing keunggulan layanan.
Astragraphia mengkalkulasi prospek bisnis teknologi informasi masih terbilang menjanjikan. Perseroan merujuk pada proyeksi International Data Corporation (IDC).
“IDC memperkirakan total belanja perusahaan di bidang teknologi informasi tumbuh 13% pada 2026. Hal ini menjadi peluang bagi Astragraphia untuk mempercepat pertumbuhan melalui IT Services,” kata Satryo.
Perseroan turut mengokohkan cakupan layanan IT managed services, cyber security, infrastructure solutions, serta cloud services. Alokasi investasi turut diarahkan pada teknologi AI, automation, analytics, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia via program upskilling dan reskilling.