Ruang Multifungsi MRT Bundaran HI Hubungkan Plaza Indonesia-Kempinski

Ruang Multifungsi MRT Bundaran HI Hubungkan Plaza Indonesia-Kempinski
Ruang Multifungsi Stasiun MRT Bundaran HI Segera Hubungkan Mal [FOTO: NET].

JAKARTA - Ruang multifungsi atau extended concourse yang terletak di Stasiun MRT Bundaran HI dirancang untuk menyambungkan kawasan Plaza Indonesia hingga Hotel Indonesia Kempinski demi memberikan kemudahan mobilitas akses bagi para pengguna layanan transportasi.

"Multi-interkoneksi yang nantinya future connection-nya ke Hotel Indonesia Kempinski area, kemudian Grand Indonesia, dan.juga Mandarin," kata Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta Yulham Ferdiansyah Roestam saat meninjau ruang multifungsi Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Dia mengemukakan bahwasanya di dalam area ruang multifungsi tersebut nantinya bakal dilengkapi dengan ketersediaan dua titik pintu akses utama, yakni Muara 1 yang mengarah langsung ke sisi sebelah Barat (menghubungkan Plaza Indonesia serta area depan Hotel Hyatt) serta Muara 2 yang tersambung menuju sisi sebelah Timur (menghubungkan Hotel Pullman dan gedung Wisma Nusantara).

Kawasan ruang multi-interkoneksi ini membentang sepanjang kurang lebih 300 meter dengan total luasan area keseluruhan mencapai 4.200 meter persegi.

Selanjutnya, pihak pengelola turut mempersiapkan pengerjaan proyek panel siap jebol atau knockdown panel sebagai bentuk antisipasi konektivitas masa depan yang langsung terintegrasi dengan Hotel Indonesia Kempinski, Grand Indonesia, serta Mandarin Oriental. 

Kendati demikian, perencanaan rancangan desain koneksi tersebut saat ini masih berada dalam proses tahap finalisasi bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Untuk Kempinski dan Mandarin, sekarang sedang dalam tahap finalisasi desain, ya, future connection, betul. Tapi yang sekarang kami fokus adalah penyediaan muara baru di area barat, di depan Hyatt, dan di area timur, di depan Pullman," terang Yulham.

Fasilitas ruang multifungsi di Stasiun MRT Bundaran HI diposisikan sebagai ruang publik bebas tarif biaya atau non-tapping area yang dirancang secara khusus sebagai zona serbaguna untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan aktivasi acara, dengan estimasi daya tampung kapasitas mencapai sekitar 3.200 orang.

Jalur lintas bawah tanah tersebut didesain secara optimal agar para pejalan kaki bisa melakukan perpindahan mobilitas secara mulus tanpa hambatan (seamless), terbebas dari ancaman kemacetan lalu lintas permukaan, serta mendatangkan kenyamanan ekstra karena telah dilengkapi fasilitas penyejuk udara ruangan (AC).

Pihak manajemen PT MRT Jakarta (Perseroda) membeberkan bahwa progres fisik tahapan pembangunan ruang multifungsi tersebut saat ini telah mencapai titik angka 22 persen.

Penyelesaian proyek konstruksi ini diekspektasikan mampu menjelma sebagai kawasan episentrum baru yang kian menghidupkan konsep kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di kawasan Bundaran HI.

Di samping itu, kehadiran proyek infrastruktur ini turut diandalkan untuk mendongkrak tingkat kenyamanan para pengguna moda transportasi publik sekaligus memperkuat jalinan interkoneksi kawasan pusat bisnis utama di kota Jakarta.

Proyek pengembangan yang digarap di bawah komando PT Integrasi Transit Jakarta dengan nilai investasi mencapai Rp148,2 miliar tersebut dipatok target rampung sepenuhnya pada bulan Juni 2027, yang mana waktu penyelesaiannya bertepatan dengan momentum perayaan HUT ke-5 abad Kota Jakarta.

Stasiun MRT Bundaran HI yang letak kedalamannya mencapai 18 meter di bawah permukaan tanah ini tercatat sebagai salah satu stasiun terpadat dan tersibuk pada rute operasional fase 1 lin utara-selatan, dengan rerata volume pelanggan menembus kisaran 450 hingga 500 ribu orang setiap bulannya.

Angka volume tersebut diproyeksikan bakal terus merangkak naik seiring mulai beroperasinya proyek pembangunan fase 2A lin utara-selatan untuk segmen rute Bundaran HI menuju Monas pada tahun 2027 mendatang.

Pembangunan fasilitas ruang multifungsi beserta pintu masuk (entrance) baru ini sekaligus merepresentasikan bagian dari rangkaian persiapan operasional lanjutan untuk fase 2A segmen kedua hingga kawasan Kota, yang ditargetkan tuntas pada tahun 2029.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index