JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat mengintensifkan upaya normalisasi jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat di wilayah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) lewat optimalisasi proses penerimaan pasokan dari armada kapal pengangkut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga Edi Mangun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan kapal-kapal pengangkut yang tiba terus memperkuat ketersediaan BBM di wilayah Kalimantan Barat seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Landak.
Berdasarkan keterangannya, saat ini alur suplai pengiriman pasokan BBM menuju fasilitas Integrated Terminal (IT) Pontianak pun berjalan lancar sesuai dengan perencanaan awal.
Sejumlah armada kapal pengangkut bahan bakar minyak telah berhasil bersandar di area titik penerimaan, di mana rangkaian proses penerimaan serta bongkar muat pasokan terus berlangsung secara intensif guna memperkuat ketahanan cadangan stok di terminal.
"Kami memahami kekhawatiran masyarakat atas antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Saat ini, kapal-kapal pengangkut BBM telah tiba dan proses penerimaan pasokan terus berlangsung. Pertamina terus mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan untuk memperkuat ketersediaan stok serta mempercepat normalisasi distribusi di wilayah Kalimantan Barat," ujar Edi.
Edi menambahkan bahwa pihak Pertamina juga senantiasa menggenjot kelancaran pengiriman pasokan BBM dari terminal menuju masing-masing stasiun pengisian bahan bakar melalui penerapan serangkaian langkah taktis antisipatif.
Agenda pengiriman pasokan ke SPBU di wilayah Kota Pontianak beserta kawasan sekitarnya dieksekusi lebih dini, yakni mulai pukul 00.00 WIB, demi menjamin ketersediaan pasokan dapat diterima masyarakat secara lebih cepat.
Terhitung sejak Rabu pagi, pengiriman pasokan BBM ke berbagai SPBU telah direalisasikan dan kuota penyaluran dipastikan akan terus ditambah secara bertahap menyesuaikan tingkat kebutuhan serta kondisi riil di lapangan.
Di samping itu, Pertamina secara proaktif menjalankan strategi penumpukan stok (build up stock) langsung di tingkat SPBU tanpa harus menunggu ketersediaan stok menyusut hingga menyentuh level batas minimum.
Pola langkah ini ditempuh guna mengamankan kecukupan stok di SPBU sekaligus meminimalisasi potensi terjadinya kekosongan persediaan di lapangan.
Terhitung sejak hari Senin (27/6) yang lalu, Pertamina tercatat pula telah menggelontorkan tambahan pasokan BBM sejumlah 176 kiloliter secara bertahap, di mana penambahan pasokan tersebut terus diguyur setiap harinya dengan menitikberatkan prioritas kepada SPBU-SPBU yang mengalami lonjakan permintaan serta kepadatan arus kendaraan.
Sejumlah SPBU terpilih turut memperpanjang durasi jam operasional pelayanannya hingga tengah malam guna mendongkrak kapasitas layanan kepada masyarakat luas.
"Dengan pasokan yang terus diperkuat dan berbagai langkah antisipasi yang kami lakukan, Pertamina terus memastikan distribusi BBM berjalan secara optimal. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait lainnya agar proses penyaluran berjalan aman, tertib, dan lancar," kata Edi.
Guna memastikan tambahan kuota pasokan tersebut benar-benar dapat diterima oleh masyarakat secara optimal, Pertamina juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas penyaluran BBM di SPBU serta mengintensifkan koordinasi bersama instansi terkait untuk mendukung kelancaran pelayanan serta pengaturan skema lalu lintas kendaraan di titik-titik lokasi yang mengalami kepadatan.
"Kami terus memantau kondisi stok dan penyaluran secara langsung di lapangan. Pertamina akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Edi.
Lebih lanjut, Pertamina terus mempererat jalinan sinergi bersama jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta para pemangku kepentingan terkait demi mengawal kelancaran alur distribusi serta menjamin seluruh pelayanan publik berjalan dengan tertib dan mematuhi ketentuan yang berlaku.
"Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan kapasitas kendaraan. Dengan membeli secukupnya, masyarakat turut membantu menjaga ketersediaan BBM dan memberikan kesempatan bagi masyarakat lainnya untuk mendapatkan pelayanan dengan lebih tertib. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran distribusi dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat," kata Edi.