JAKARTA - Upaya memperkuat posisi pariwisata Indonesia di tingkat global terus dilakukan melalui kerja sama lintas negara dan sektor. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana aktif membangun dialog strategis dengan pemangku kepentingan global dalam rangka mendorong pariwisata nasional yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Dalam rangkaian agenda internasional, Widiyanti membahas arah pengembangan pariwisata Indonesia bersama mitra global di Cebu, Filipina. Pertemuan ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperluas jejaring kolaborasi pariwisata.
Fokus utama pembahasan diarahkan pada peningkatan kualitas wisatawan mancanegara. Pemerintah ingin mendorong kunjungan yang bernilai tambah dan berkelanjutan bagi destinasi.
Penguatan Pemasaran Digital dan Visibilitas Global
Widiyanti menekankan pentingnya pemasaran strategis dan visibilitas global bagi pariwisata Indonesia. Ia mengapresiasi peran mitra digital dalam memperluas jangkauan promosi destinasi nasional.
“Mengenai pemasaran strategis dan visibilitas global, kami mengapresiasi implementasi kampanye pemasaran bersama serta integrasi destinasi Indonesia ke dalam ekosistem global Agoda,” kata Widiyanti.
Menurutnya, langkah tersebut berdampak langsung pada peningkatan paparan destinasi Indonesia. Konversi pemesanan juga dinilai meningkat secara signifikan.
“Inisiatif ini telah meningkatkan paparan destinasi dan konversi pemesanan, yang secara langsung mendukung target kami dalam menghadirkan wisatawan mancanegara berkualitas dan mendorong kunjungan ulang," ujarnya.
Di sela rangkaian kegiatan ASEAN Tourism Forum 2026, Widiyanti bertemu dengan Chief Commercial Officer Agoda Damien Pfirsch. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama strategis ke depan.
Pembahasan difokuskan pada prioritas pengembangan pariwisata Indonesia tahun 2026. Transformasi digital dan pertumbuhan berkelanjutan menjadi isu utama.
Widiyanti menyampaikan bahwa ekosistem digital memiliki peran krusial dalam mendukung industri pariwisata. Platform global dinilai mampu menjembatani destinasi lokal dengan pasar internasional.
Kerja sama dengan Agoda dipandang sebagai bagian dari strategi besar transformasi pariwisata nasional. Kolaborasi ini diharapkan membawa dampak nyata bagi pelaku industri.
Komitmen pada Pariwisata Berkelanjutan
Widiyanti juga mengapresiasi komitmen Agoda dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Menurutnya, program “Eco Deals” yang digulirkan Agoda mendukung prinsip keberlanjutan. Program ini mendorong praktik pariwisata yang lebih ramah lingkungan.
“Upaya ini sepenuhnya selaras dengan pergeseran kebijakan Indonesia menuju pariwisata berkelanjutan yang berorientasi pada kualitas,” kata Widiyanti.
Pemerintah menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama pengembangan pariwisata. Pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.
Widiyanti menegaskan bahwa pariwisata berkualitas tidak hanya soal jumlah kunjungan. Dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat juga menjadi perhatian utama.
Transformasi kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya tarik destinasi Indonesia. Keberlanjutan dinilai sebagai investasi jangka panjang sektor pariwisata.
Penguatan SDM dan Kolaborasi Pendidikan
Selain pemasaran dan keberlanjutan, Widiyanti menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia pariwisata. Pengembangan SDM menjadi pilar utama peningkatan daya saing.
Ia menegaskan kolaborasi dengan Agoda dalam penguatan kapasitas SDM. Program “Agoda Academy” menjadi salah satu inisiatif yang diapresiasi.
Program pelatihan juga dilaksanakan di Politeknik Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata. Kegiatan ini mendukung peningkatan kompetensi tenaga pariwisata nasional.
Widiyanti menilai peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada layanan wisata. Profesionalisme tenaga kerja menjadi faktor penentu kepuasan wisatawan.
“Kami percaya kemitraan dengan Agoda merupakan model kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta yang memberikan dampak nyata bagi ekosistem pariwisata nasional,” ujarnya.
Model kemitraan ini dinilai efektif dalam menjawab tantangan industri. Sinergi lintas sektor mempercepat transformasi pariwisata.
Widiyanti juga menekankan pentingnya kesinambungan program pelatihan. SDM pariwisata harus siap menghadapi perubahan tren global.
Pemerintah berkomitmen memperluas kolaborasi serupa dengan mitra internasional lainnya. Tujuannya adalah menciptakan tenaga kerja pariwisata berstandar global.
Dialog Strategis dengan Mitra Internasional
Selain bertemu Agoda, Widiyanti juga melakukan pertemuan dengan perwakilan United States–ASEAN Business Council. Pertemuan ini membahas strategi jangka panjang pembangunan pariwisata.
Ia menegaskan pentingnya perencanaan strategis dalam pengembangan sektor pariwisata. Kolaborasi dengan sektor swasta dinilai sangat krusial.
Widiyanti menyoroti perlunya kesinambungan dialog antara pemerintah dan mitra industri. Komunikasi yang konsisten membantu menyelaraskan visi pembangunan.
Pertemuan tersebut juga membahas tantangan lingkungan dan logistik. Isu ini dinilai perlu ditangani secara kolaboratif.
Widiyanti turut membahas potensi pengembangan wisata pesiar di Indonesia. Sektor ini dipandang memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
Wisata pesiar dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas. Indonesia memiliki banyak destinasi maritim yang potensial.
Pengembangan wisata pesiar membutuhkan dukungan infrastruktur dan regulasi. Pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan mitra internasional.
Target Wisatawan Mancanegara 2026
Pemerintah Indonesia menargetkan kedatangan 16 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2026. Target ini mencerminkan optimisme pemulihan sektor pariwisata.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan penguatan kemitraan strategis. Pemerintah menggandeng pelaku industri global sebagai mitra utama.
Widiyanti menyebut sejumlah mitra potensial seperti Visa, Marriott, Expedia, Airbnb, dan Royal Caribbean Group. Kolaborasi dengan mereka dinilai sangat strategis.
Kemitraan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan infrastruktur. Aksesibilitas menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan global.
“Kolaborasi ini penting untuk mendorong pertumbuhan pariwisata berkualitas, meningkatkan konektivitas dan infrastruktur,” kata Widiyanti.
Ia juga menekankan pentingnya penyederhanaan proses melalui pemanfaatan data dan teknologi digital. Digitalisasi dinilai mempercepat layanan dan efisiensi.
Langkah ini sejalan dengan agenda transformasi pariwisata nasional. Pemerintah ingin menciptakan ekosistem pariwisata yang modern dan adaptif.
Widiyanti menegaskan bahwa kolaborasi global bukan sekadar pilihan. Kerja sama internasional menjadi kebutuhan dalam menghadapi persaingan global.
Dengan strategi yang terarah, pariwisata Indonesia diharapkan semakin kompetitif. Pendekatan kualitas menjadi fokus utama pembangunan.
Pemerintah optimistis target 2026 dapat tercapai melalui sinergi lintas sektor. Komitmen global menjadi penguat transformasi pariwisata nasional.
Melalui dialog dan kolaborasi internasional, Indonesia menegaskan posisinya di peta pariwisata dunia. Langkah ini menjadi fondasi menuju pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.