Wamenekraf: Kewirausahaan Pemuda Kunci Kemajuan Ekonomi Indonesia

Senin, 03 Agustus 2026 | 19:28:31 WIB
Wamenekraf Dorong Jiwa Kewirausahaan Muda Demi Ekonomi Maju [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar memacu tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda guna mengantarkan Indonesia menjadi negara maju dari ranah ekonomi serta menyokong pembangunan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Ia menyampaikan bahwa merujuk data Bank Dunia, Indonesia memerlukan kisaran 10 hingga 12 persen wirausaha dan minimal menyentuh angka 4 persen sebagai pijakan awal menuju negara maju. Namun, pada saat ini posisi Indonesia masih berada sedikit di bawah porsi tersebut.

“Entrepreneurship bukan hanya soal memiliki perusahaan, namun definisi jiwa kewirausahaan adalah tentang rasa memiliki, tanggung jawab, dan melakukan setiap pekerjaan dengan tujuan yang jelas,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Kementerian Ekraf menilai penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini sebagai fondasi krusial dalam merancang ekosistem ekonomi kreatif yang berkesinambungan.

Guna menunjang lahirnya talenta wirausaha di tanah air, Kementerian Ekraf menyokong pengembangan potensi pemuda kreatif berjiwa wirausaha sebagaimana ditunjukkan pada puncak gelaran Prestasi Junior Indonesia (PJI). 

Sejak 2011, PJI sendiri telah membekali lebih dari dua juta pemuda Indonesia lewat keterampilan dunia kerja, literasi keuangan, hingga keahlian merintis usaha yang berkelanjutan.

Chairman of the Executive Board PJI, Pribadi Setiyanto, menerangkan bahwa segenap program PJI dirancang via pendekatan experiential learning yang menyuguhkan pengalaman langsung kepada para peserta. 

Di samping itu, PJI turut membuka akses terkoneksi dengan mentor serta relawan dari sektor bisnis supaya proses pembelajaran kian selaras dengan dinamika dunia kerja.

Menurut Pribadi, program andalan Student Company menyuguhkan ruang bagi pelajar SMA dan SMK untuk mendirikan sekaligus mengoperasikan perusahaan mereka sendiri. 

Lewat program itu, peserta tak sekadar belajar mengolah produk, melainkan juga merancang model bisnis, memimpin tim, mengelola pendanaan, memahami pasar konsumen, hingga mengarungi tantangan usaha secara langsung.

“Selama 20 tahun pelaksanaannya di Indonesia, Student Company telah menjangkau lebih dari 18.000 siswa dan melahirkan 845 bisnis siswa. Pada periode 2025–2026, pengembangan ide bisnis peserta difokuskan pada empat isu strategis, yaitu ekonomi sirkular, gaya hidup sehat, perubahan iklim, dan kekayaan lokal,” ujar Pribadi.

PJI sendiri merupakan bagian dari JA Worldwide, sebuah organisasi nirlaba tingkat global yang berorientasi pada pendidikan kewirausahaan. 

Pada gelaran tahun ini, sebanyak 45 tim beradu kemampuan hingga tersaring sembilan tim terbaik tingkat SMA/SMK. Dua tim terbaik di antaranya bakal menjadi utusan Indonesia di pentas kewirausahaan tingkat Asia Pasifik.

Via sinergi bersama bermacam pemangku kepentingan, diharapkan kian banyak talenta muda yang mampu melahirkan inovasi, membuka peluang kerja, serta mengolah kekayaan intelektual Indonesia menjadi produk yang berdaya guna dan berdaya saing global.

Terkini