Magang Nasional 2026 Fokus Perkuat Link and Match dengan Industri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:10:31 WIB
Kemnaker: Magang Nasional 2026 Perkuat Link and Match Industri [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan pelaksanaan Magang Nasional (MagangHub) 2026 bakal memfokuskan pada penguatan link and match antara lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dengan pasar kerja atau dunia industri.

Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono memaparkan, langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut dari evaluasi Magang Nasional 2025, yakni krusialnya memperkuat mutu kecocokan antara peserta, posisi magang, kebutuhan industri, beserta kompetensi yang hendak dikembangkan.

“Oleh karena itu, penyelenggaraan tahun ini diarahkan agar proses link and match lebih kuat, sebaran peserta lebih merata, bidang magang lebih beragam, dan posisi magang semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” kata Faried saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Lebih jauh, ia mengungkapkan Magang Nasional menjadi salah satu sarana penting guna menjembatani transisi para lulusan perguruan tinggi dari ranah pendidikan menuju dunia kerja.

Program tersebut dirancang bukan sekadar sebagai agenda penempatan peserta magang, melainkan sebagai proses pembelajaran kerja yang terstruktur, dengan melibatkan perusahaan sebagai sarana belajar, mentor sebagai pembimbing, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang terus disempurnakan.

Berdasarkan data Kemnaker, jumlah peserta magang menembus kisaran 102,6 ribu orang dari total pendaftar sekitar 370,5 ribu orang, dengan keterlibatan 11.772 perusahaan/instansi pemerintah sebagai lokasi magang yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan lulusan muda terhadap pengalaman kerja nyata tergolong amat besar, sekaligus membuktikan bahwa dunia usaha turut mempunyai ruang untuk berkontribusi dalam mendongkrak kompetensi calon tenaga kerja.

Melihat tingginya animo dari para lulusan perguruan tinggi beserta dunia industri, Faried menilai aspek monitoring, evaluasi, hingga tata kelola perlu diperkuat sejak awal.

Ia menyampaikan, program magang tak cukup sekadar berhasil dari segi kuantitas peserta, tetapi juga mesti dipastikan mutu pembelajaran, peran mentor, kepatuhan penyelenggara, pelaporan peserta, hingga capaian pascaprogram.

“Oleh karena itu, pada penyelenggaraan tahun 2026, Kemnaker memperkuat pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggara dan mentor, serta pelacakan hasil peserta setelah program berakhir,” ujar Faried.

Di samping itu, Kemnaker turut mendorong agar program ini kian inklusif. Dalam penyempurnaan program tahun 2026, perluasan jangkauan peserta menjadi perhatian, termasuk membuka ruang bagi peserta disabilitas.

“Dengan demikian, program Magang Nasional tidak hanya menjadi program peningkatan kompetensi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses kesempatan kerja yang lebih adil,” kata Faried.

Tags

Terkini