KSP Sebut Komunitas Kreatif Aset Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:33:31 WIB
Tenaga Ahli Madya Bidang Budaya dan Ekonomi Kreatif Kedeputian III Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Cheryl Anelia Tanzil [FOTO: NET].

JAKARTA - Tenaga Ahli Madya Bidang Budaya dan Ekonomi Kreatif Kedeputian III Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Cheryl Anelia Tanzil mengemukakan bahwa komunitas-komunitas kreatif yang tumbuh di pelbagai wilayah Indonesia merupakan aset strategis yang mesti diperkuat, lantaran diyakini mampu melahirkan motor penggerak ekonomi baru yang bertumpu pada unsur kreativitas serta kebudayaan.

“Saya percaya pada 2045 budaya dan talenta menjadi modal utama yang menggerakkan ekonomi Indonesia," ujar Cheryl dalam acara Road to Talent Fest 2026 di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Cheryl menuturkan bahwa upaya pengembangan ekosistem talenta kreatif, termasuk di dalamnya sektor seni dan kebudayaan, wajib diintegrasikan ke dalam grand strategy pertumbuhan ekonomi jangka panjang bangsa Indonesia.

Lewat penguatan ekosistem talenta tersebut, bidang kebudayaan diproyeksikan tidak sekadar menghasilkan karya-karya seni, melainkan mampu bertransformasi menjadi sumber nilai tambah sekaligus penggerak roda perekonomian dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Pengembangan talenta ini pun berjalan selaras dengan arah kebijakan serta visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama pembentuk pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Kendati demikian, pembangunan di sektor talenta seni dan budaya tidak bisa dibebankan semata-mata kepada pemerintah saja, melainkan menuntut adanya kerja sama serta kolaborasi aktif dari segenap elemen, mulai dari jajaran kementerian, para pegiat budaya, kalangan akademisi, komunitas lokal, hingga sektor dunia usaha.

Ia memaparkan lebih lanjut bahwa program Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang saat ini difungsikan sebagai payung hukum pembinaan talenta lintas sektor menjadi wadah ideal bagi sinergi berbagai pemangku kepentingan, sehingga talenta-talenta yang bermunculan dapat tumbuh menjadi bagian integral dari ekosistem ekonomi kreatif yang berkesinambungan.

Melalui program tersebut, negara bertekad hadir secara nyata dalam melakukan pembinaan, mempromosikan karya, serta menjembatani pertemuan antara talenta dengan kebutuhan riil industri lewat penerapan pendekatan "link and match".

"Tujuannya bukan hanya melahirkan talenta, tetapi memastikan mereka berdaya, mampu mengembangkan dirinya, memberi manfaat bagi komunitas dan pada akhirnya menciptakan nilai ekonomi," katanya.

Ia menambahkan pula bahwa Indonesia pada saat ini masih kerap dipandang sebagai negara yang sangat mengandalkan sektor ekstraksi sumber daya mineral mentah. Meskipun demikian, dalam kerangka waktu jangka panjang, pemerintah berkeinginan mendorong proses transformasi menuju perekonomian yang berlandaskan pada ilmu pengetahuan serta kreativitas.

Adapun gelaran Road to Talent Fest 2026 untuk bidang seni dan budaya ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian program Manajemen Talenta Nasional yang memegang misi memperkokoh kolaborasi lintas sektor dalam rangka mengoptimalkan potensi talenta demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tags

Terkini