Hadapi El Nino, Pemprov DKI Bakal Modifikasi Cuaca Seminggu 2 Kali

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:23:02 WIB
Pemprov DKI Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta bakal mengeksekusi modifikasi cuaca atau hujan buatan sebanyak satu hingga dua kali dalam sepekan guna mengantisipasi imbas fenomena El Nino 2026. 

Gubernur DKI Pramono Anung mengonfirmasi telah mendengarkan pemaparan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta setelah melangsungkan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca karena ini akan berlangsung lama," ungkap dia saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Pramono menguraikan, dirinya mengantongi laporan bahwa puncak El Nino tahun ini diprediksi menjadi salah satu yang berdurasi paling panjang jika disandingkan dengan periode 2023.

"Puncaknya kurang lebih nanti akhir September atau pertengahan Oktober, minggu pertama, kedua Oktober baru akan ada hujan," jelas dia.

Ia mengimbuhkan, keadaan ini kian berat lantaran minimnya potensi pembentukan awan, sehingga ruang untuk mengeksekusi modifikasi cuaca menjadi terbatasi.

"Tetapi saya sudah memerintahkan dan kami sudah mempersiapkan, kalau tadi malam itu termasuk rezeki anak saleh itu, tidak ada awan tapi bisa dimodifikasi lah," ucap dia.

Di samping langkah modifikasi cuaca, Pemprov DKI Jakarta turut memfokuskan perhatian pada penanganan potensi kebakaran serta ketersediaan pasokan air bersih sepanjang musim El Nino. 

Pramono menyebut, jajaran pemerintah kota bakal menggalakkan gerakan "Jaga Jakarta" yang memprioritaskan dua persoalan tersebut.

Ia pun menginstruksikan setiap rukun warga (RW) untuk melengkapi diri dengan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai tindakan pencegahan lonjakan risiko kebakaran yang terpicu cuaca gersang.

"Saya minta untuk setiap RW persiapkan APAR dari sekarang karena ini pasti cepat atau lambat karena suasananya kering dan juga kemungkinan untuk terjadi ISPA," kata dia.

Tags

Terkini