JAKARTA - Pemerintah tengah mematangkan persiapan peluncuran program percepatan (quick win) Asta Mandala SMK Go Global yang diproyeksikan menyerap 500.000 pekerja migran terampil dari lulusan SMK dan masyarakat umum hingga 2029. Skema pelatihan khusus pun disiapkan guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di pasar internasional.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyampaikan bahwa pendaftaran program tersebut akan dibuka serentak mulai 12 Agustus 2026.
"Tanggal 12 Agustus sudah mulai pendaftaran," ujar Mukhtarudin dalam Konferensi Pers Asta Mandala SMK Go Global di Aula KH Abdurrahman Wahid Kementerian P2MI, Rabu (5/8/2026).
Mukhtarudin menjelaskan, program ini dihadirkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi para lulusan SMK.
Merujuk data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2025, sekitar 60 persen lulusan SMK di Indonesia belum terserap secara optimal di pasar kerja domestik.
Oleh karena itu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan pemberangkatan 500.000 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara bertahap dalam kurun empat tahun.
Pada 2026, pemerintah menargetkan penempatan 40.000 CPMI. Target tersebut kemudian meningkat menjadi 140.000 CPMI pada 2027, 180.000 CPMI pada 2028, dan 140.000 CPMI pada 2029.
"500.000 ini kami bagi dalam empat tahun, mulai 2026 dengan target 40.000CPMI, kemudian 2027 140.000 CPMI, 2028 180.000 CPMI, dan 2029 140.000 CPMI," kata Mukhtarudin.
Para peserta nantinya bakal menerima pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor kerja di luar negeri, seperti kesehatan, manufaktur, konstruksi, transportasi, agrikultur, serta sektor lainnya.
Guna menjaring peserta dari pelbagai daerah, proses pendaftaran diselenggarakan melalui satuan kerja (satker) dan balai pelayanan penempatan Kementerian P2MI yang tersebar di 23 provinsi.
"Dan secara teknis, tanggal 12 sudah mulai kami melakukan pendaftaran di 23 satker kami yang ada di 23 provinsi," terang Mukhtarudin.
Menurut Mukhtarudin, program ini diharapkan menjadi solusi bagi lulusan SMK maupun masyarakat umum yang belum mendapatkan pekerjaan di dalam negeri agar dapat bekerja secara legal di mancanegara.
Negara tujuan penempatan mencakup Jepang, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Turki, Singapura, dan sejumlah negara lainnya.
"Diharapkan dengan program ini, lulusan-lulusan SMK dan yang umum itu nanti bisa terserap secara maksimal untuk bekerja di luar negeri," kata Mukhtarudin.
Sebelumnya, pada April 2026, Kementerian P2MI sempat menargetkan penempatan 80.000 CPMI pada tahap awal. Kendati demikian, target penempatan untuk 2026 akhirnya disesuaikan menjadi 40.000 CPMI.