Tekan Gangguan Mental Remaja, Mendukbangga Maksimalkan Ruang Ramah Anak

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:06:01 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Republik Indonesia, Wihaji [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengambil langkah taktis mengintensifkan penyediaan ruang ramah anak sebagai upaya preventif untuk menjaga kestabilan psikologis serta menekan tingginya angka gangguan kesehatan mental di kalangan remaja Indonesia.

"Saat ini sebanyak 34,9 persen anak-anak kami mengalami gangguan kesehatan mental," kata Mendukbangga Wihaji usai meninjau SPPG MBG Khusus 3B di Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (6/8/2026).

Guna meredam persoalan krisis gangguan mental yang menjangkiti anak-anak dan kaum remaja tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) saat ini tengah bersinergi erat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama (Kemenag) untuk menggenjot gerakan ruang ramah anak secara masif.

"Kami berkewajiban untuk memberikan edukasi kepada seluruh warga negara, khususnya anak dan remaja, untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa ini," ujar Mendukbangga Wihaji.

Dalam rangka mengoptimalkan efektivitas gerakan ruang ramah anak tersebut, ia memaparkan bahwa pihaknya turut memberdayakan peran strategis dari wadah Generasi Berencana (GenRe) serta jajaran Duta Anak guna menggalakkan sosialisasi sekaligus pendampingan intensif terkait kesadaran kesehatan mental di kalangan remaja.

"GenRe dan duta-duta anak lebih efektif dalam mengkampanyekan dan mensosialisesikan kesehatan mental, karena lebih didengarkan oleh remaja dan teman-teman sebayanya dibandingkan orang-orang dewasa," kata Wamendukbangga Wihaji.

Menurut pandangannya, pesatnya arus perkembangan teknologi informasi di era modern ini menghadirkan lanskap tantangan baru yang kompleks, sehingga pemerintah dituntut untuk merumuskan pendekatan dan model intervensi mutakhir dalam menuntaskan problem gangguan mental remaja masa kini.

"Di tengah peradaban baru ini kami harus memiliki strategi dan cara baru dalam mengatasi masalah kesehatan mental anak-anak ini," kata Mendukbangga Wihaji.

Tags

Terkini