JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merancang alat pemantau gas pembusukan yang dipasang pada wadah tempat makan (ompreng) Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan, inovasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian riset untuk menopang program strategis pemerintah.
"Salah satu contohnya adalah FoodGuard, perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multisensor dan model AI," kata Arif dalam acara Pertemuan Presiden RI dengan 150 Periset BRIN di Istana Negara Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Tidak cuma itu, Arif menguraikan bahwa BRIN pun menghadirkan rentetan inovasi pada keseluruhan ekosistem MBG, mencakup penyediaan bahan mentah sampai ke mesin pengolahan.
"Pengemasan, deteksi halal, distribusi, sampai monitoring berbasis AI," tuturnya.
Di samping dukungan bagi keterlaksanaan MBG, BRIN turut merancang hasil riset demi menyokong kelancaran program Kampung Nelayan Merah Putih.
Salah satu produk inovasinya berupa perahu nelayan bertenaga daya listrik. Merujuk data riset pengembangan BRIN, teknologi ini mampu memangkas alokasi biaya energi operasional hingga 70 persen bila dibandingkan dengan pemakaian bahan bakar minyak.
"BRIN juga menyiapkan teknologi budidaya, penyimpanan, pengeringan, dan pengolahan hasil sehingga nilai tambah tidak berhenti di laut tapi berlanjut hingga produksi siap dilakukan," ucapnya.
Sama halnya pada sektor medis, BRIN mengembangkan kapabilitas pembuatan vaksin tuberkulosis, sediaan obat-obatan, sampai perangkat kesehatan digital serta kosmetik.
Terdapat bermacam temuan inovatif yang dipamerkan sebagai bagian dari kiprah riset demi mendukung program prioritas Presiden Prabowo.