BMKG

BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Laut Sedang di Perairan Sabang

BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Laut Sedang di Perairan Sabang
BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Laut Sedang di Perairan Sabang

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Sabang–Banda Aceh akan berada pada kategori sedang. Kondisi ini diperkirakan berlangsung mulai Senin, 26 Januari 2026, hingga Selasa pagi.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maimun Saleh Sabang, Teguh Suprapto, menekankan pentingnya perhatian dari pengguna jasa kelautan. Terutama nelayan tradisional dan pelaku pelayaran jarak dekat yang rentan terhadap kondisi perairan yang tidak stabil.

Tinggi Gelombang Laut dan Potensi Dampaknya

“Tinggi gelombang laut di perairan Sabang–Banda Aceh diperkirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter,” ujar Teguh Suprapto. Kondisi tersebut masuk dalam kategori gelombang sedang yang dapat memengaruhi aktivitas di laut.

Selain tinggi gelombang, kecepatan angin juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Teguh menambahkan, kondisi ini berpotensi memengaruhi pergerakan kapal dan keselamatan pelayaran.

Masyarakat pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Kesiapan ini sangat penting untuk menghindari risiko kecelakaan dan kerusakan pada peralatan nelayan.

Kondisi Cuaca Kota Sabang

Secara umum, cuaca di wilayah Kota Sabang diprakirakan berawan sepanjang hari. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 24 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 65 hingga 90 persen.

Cuaca yang relatif stabil ini tetap menuntut kehati-hatian bagi pelaku aktivitas di laut. Kondisi berawan dan kelembapan tinggi dapat berpengaruh terhadap visibilitas serta kenyamanan pelayaran.

Imbauan BMKG bagi Nelayan dan Operator Kapal

BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal untuk menunda pelayaran jika cuaca memburuk. Keputusan menunda aktivitas menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan.

Informasi cuaca dan peringatan dini dapat terus dipantau melalui kanal resmi BMKG Stasiun Meteorologi Maimun Saleh Sabang. Pemantauan ini memungkinkan nelayan dan pelaku pelayaran mengambil keputusan lebih cepat dan tepat.

Nelayan tradisional diharapkan menyesuaikan jadwal pelayaran sesuai dengan kondisi gelombang. Hal ini penting agar risiko kerugian maupun kecelakaan dapat diminimalkan.

Operator kapal juga dianjurkan memperhatikan kecepatan angin dan arah arus laut. Kombinasi faktor gelombang dan angin menjadi penentu aman atau tidaknya pelayaran jarak dekat maupun menengah.

Selain itu, BMKG mengingatkan pentingnya perlengkapan keselamatan di kapal. Peralatan seperti rompi pelampung dan alat komunikasi harus selalu siap digunakan saat berada di laut.

Pemantauan cuaca secara rutin menjadi strategi mitigasi risiko yang efektif. Nelayan dan kapal penumpang dapat menghindari kondisi berbahaya dengan mengikuti informasi terbaru dari BMKG.

Kondisi gelombang sedang di perairan Sabang–Banda Aceh merupakan fenomena alam yang normal, namun tetap memerlukan kewaspadaan. Kesadaran nelayan terhadap peringatan dini dapat mencegah kecelakaan laut dan kerugian ekonomi.

Selain itu, BMKG juga mendorong masyarakat pesisir untuk memahami pola cuaca musiman. Pemahaman ini dapat membantu nelayan merencanakan kegiatan tangkap ikan serta pelayaran secara lebih aman dan efisien.

Peringatan dini dan pemantauan cuaca bukan hanya bermanfaat bagi nelayan, tetapi juga untuk operator kapal wisata dan transportasi laut. Keamanan pelayaran menjadi prioritas utama dalam mendukung aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.

Kewaspadaan saat gelombang sedang juga membantu menjaga stabilitas logistik transportasi laut. Kapal angkutan barang dan penumpang dapat menyesuaikan jadwal demi meminimalkan risiko kerusakan maupun keterlambatan.

Dengan informasi dari BMKG, masyarakat pesisir dapat membuat keputusan tepat sebelum melaut. Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas maritim di perairan Sabang–Banda Aceh.

BMKG menekankan bahwa gelombang laut sedang dapat berubah dengan cepat tergantung kondisi angin dan pasang surut. Oleh karena itu, pemantauan intensif dan disiplin dalam mengikuti peringatan sangat disarankan.

Dengan mematuhi imbauan BMKG, nelayan dan operator kapal dapat melaut dengan aman sekaligus meminimalkan risiko. Kesadaran terhadap kondisi gelombang dan cuaca merupakan kunci keselamatan pelayaran di perairan Aceh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index