GandengTangan

GandengTangan Catat TWP90 Rendah Meski Dinamika UMKM Pasca Lebaran

GandengTangan Catat TWP90 Rendah Meski Dinamika UMKM Pasca Lebaran
GandengTangan Catat TWP90 Rendah Meski Dinamika UMKM Pasca Lebaran

JAKARTA - Fintech P2P lending PT Kreasi Anak Indonesia (GandengTangan) menilai dinamika bisnis UMKM berpengaruh terhadap tingkat kredit macet pasca Lebaran. Lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran memicu kebutuhan modal kerja yang lebih besar bagi pelaku usaha.

Direktur Utama GandengTangan, Mushfi Ridho, mengatakan sektor seperti food and beverage dan produk konsumen mengalami peningkatan produksi dan stok barang. Kenaikan aktivitas ini mencerminkan perubahan siklus bisnis UMKM yang wajar terjadi setiap tahun.

Pengaruh Siklus Bisnis Terhadap Arus Kas

Setelah periode Lebaran, aktivitas konsumsi biasanya kembali normal sehingga arus kas usaha menyesuaikan. Mushfi menjelaskan fase transisi ini dapat memengaruhi ketepatan pembayaran UMKM dalam jangka pendek.

“Apalagi jika perputaran stok atau pembayaran dari mitra usaha lebih lambat dari proyeksi, arus kas usaha ikut terdampak,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan TWP90 seusai Lebaran lebih berkaitan dengan siklus usaha daripada masalah fundamental UMKM.

Pendekatan GandengTangan dalam Pengelolaan Risiko

Dalam konteks pembiayaan produktif, GandengTangan menekankan pentingnya memahami model bisnis dan siklus usaha UMKM. Proses underwriting tidak hanya menilai kredit, tetapi juga menganalisis arus kas, sektor bisnis, dan posisi UMKM dalam rantai nilai usaha.

Pendekatan ini bertujuan agar pembiayaan produktif tetap terkendali dan membantu UMKM memanfaatkan momentum bisnis tanpa menambah risiko signifikan. Analisis mendalam memungkinkan platform fintech memberikan pembiayaan tepat sasaran.

Penguatan Portofolio dan Diversifikasi Sektor

Selain underwriting, GandengTangan memperkuat pengelolaan portofolio melalui diversifikasi sektor. Monitoring usaha secara aktif dan komunikasi intens dengan UMKM menjadi bagian strategi menjaga kualitas pembiayaan.

Pendekatan ini membantu mengurangi risiko kredit macet sekaligus memastikan pembiayaan produktif menjadi katalis pertumbuhan UMKM. Perusahaan berfokus pada pemantauan arus kas dan kinerja usaha secara real time.

TWP90 dan Tren Risiko Kredit Fintech

Berdasarkan data perusahaan, GandengTangan mencatat TWP90 sebesar 0,03% per 4 Maret 2026. Angka ini menunjukkan pengelolaan risiko yang baik meski ada dinamika bisnis pasca Lebaran.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat risiko kredit macet fintech lending secara agregat mengalami peningkatan, TWP90 per Januari 2026 sebesar 4,38%. Angka ini naik dari Desember 2025 yang tercatat 4,32% dan dibandingkan Januari 2025 yang sebesar 2,52%, namun masih berada di bawah batas aman ketentuan OJK sebesar 5%.

Optimisme dan Tantangan ke Depan

Meskipun ada fluktuasi TWP90, GandengTangan optimis pembiayaan produktif tetap dapat menjadi pendorong pertumbuhan UMKM. Strategi pemahaman siklus usaha, pengelolaan risiko, dan diversifikasi portofolio menjadi kunci keberhasilan menghadapi dinamika bisnis pasca Lebaran.

Perusahaan terus berupaya menjaga kualitas pembiayaan agar UMKM tetap memperoleh modal tepat waktu. Dengan langkah-langkah ini, GandengTangan memastikan kredit produktif berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index