Mudik Lebaran

Mudik Lebaran 2026, Tol Solo–Yogyakarta Ruas Prambanan–Purwomartani Dibuka Gratis Ini Jadwal Operasinya

Mudik Lebaran 2026, Tol Solo–Yogyakarta Ruas Prambanan–Purwomartani Dibuka Gratis Ini Jadwal Operasinya
Mudik Lebaran 2026, Tol Solo–Yogyakarta Ruas Prambanan–Purwomartani Dibuka Gratis Ini Jadwal Operasinya

JAKARTA - Arus mudik Lebaran setiap tahun selalu menjadi momentum penting bagi pemerintah dan pengelola jalan tol untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lebih lancar. Salah satu upaya yang dilakukan tahun ini adalah membuka jalur tol baru secara fungsional untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

Langkah tersebut dilakukan pada ruas Jalan Tol Solo–Yogyakarta yang masih dalam tahap pembangunan namun sudah dinilai layak dilalui kendaraan. Pengoperasian sementara ini diharapkan dapat memberikan alternatif jalur bagi pemudik yang melintas di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

PT Jasa Marga Jogja Solo (JMJ) memastikan akan mengoperasikan secara fungsional Jalan Tol Solo-Yogyakarta ruas Prambanan hingga Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer mulai Senin, 16 Maret 2026. Pengoperasian ini bersifat sementara selama periode libur Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Tenaga Ahli Utama Bidang Umum Humas dan Administrasi PT Jasa Marga Jogja-Solo Ahmad Izzi menjelaskan bahwa pembukaan jalur Tol Solo-Yogyakarta ruas Prambanan-Purwomartani tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama yang biasa dilalui para pemudik.

"Untuk yang fungsional dari Prambanan sampai Purwomartani, selama masa libur Lebaran 2026 besok Senin akan dioperasikan secara fungsional tanpa tarif alias gratis," jelasnya saat ditemui di GT Purwomartani, Jumat, 13 Maret 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengguna jalan dapat memanfaatkan jalur tersebut tanpa dikenakan biaya selama masa operasional sementara.

Ruas Tol Dibuka Fungsional untuk Dukung Arus Mudik Lebaran

Segmen Prambanan-Purwomartani merupakan konstruksi lanjutan dari pengembangan segmen Solo-Prambanan yang memiliki panjang 50,98 kilometer. Proyek ini menjadi bagian penting dari pengembangan jaringan Jalan Tol Solo-Yogyakarta yang sedang dikerjakan secara bertahap.

Saat ini, segmen Solo-Prambanan telah beroperasi secara normal dan telah diberlakukan tarif bagi para pengguna jalan. Sementara itu, pembukaan jalur Prambanan-Purwomartani dilakukan secara fungsional karena masih berada dalam tahap penyelesaian konstruksi.

Meski dapat dilintasi secara gratis, Izzi menekankan pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama melintas di jalur tersebut. Hal ini disebabkan karena jalan tol tersebut masih dalam tahap konstruksi dan belum dilengkapi seluruh fasilitas penunjang permanen.

Ia menjelaskan bahwa beberapa fasilitas yang tersedia di jalur tersebut masih bersifat sementara. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku.

"Jalan tol ini sudah bisa dan layak untuk dilalui, Namun, beberapa perlengkapan pendukungnya masih temporary. Jadi secara teknis itu sudah bisa dilalui, tapi belum dioperasionalkan secara penuh," tambahnya. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa pembukaan jalur ini bersifat terbatas dan tidak sama dengan pengoperasian tol secara permanen.

Aturan Kendaraan dan Batasan Operasional Jalur Fungsional

Selain mengingatkan soal keselamatan, manajemen PT Jasa Marga Jogja Solo juga menegaskan adanya pembatasan jenis kendaraan yang boleh melintas. Jalur fungsional Prambanan-Purwomartani hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan I.

Kategori kendaraan golongan I mencakup kendaraan kecil non-bus seperti mobil pribadi. Pembatasan ini diberlakukan untuk menjamin keamanan selama masa konstruksi yang masih berlangsung.

Kendaraan besar seperti bus dan truk tidak diperbolehkan melintas di jalur fungsional tersebut. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari potensi risiko mengingat kondisi jalan belum sepenuhnya dilengkapi fasilitas permanen.

Adapun periode pengoperasian jalur fungsional ini dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 16 Maret 2026 hingga Minggu, 29 Maret 2026. Selama periode tersebut jalur tol akan dimanfaatkan sebagai jalur tambahan untuk membantu kelancaran arus mudik.

Namun operasional jalur ini tidak berlangsung selama 24 jam penuh. Pengoperasian jalur hanya dilakukan pada siang hari dengan jadwal yang telah ditentukan.

Waktu operasional ditetapkan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB setiap harinya. Setelah waktu tersebut jalur tidak akan digunakan untuk lalu lintas kendaraan.

Pembatasan jam operasional ini dilakukan untuk memitigasi berbagai potensi risiko keselamatan bagi pengguna jalan. Salah satu alasan utama adalah ketersediaan fasilitas penerangan yang belum sepenuhnya siap untuk digunakan pada malam hari.

Selain itu, sejumlah perlengkapan jalan juga masih dalam tahap penyempurnaan. Karena itulah pengoperasian pada malam hari belum dapat dilakukan demi menjaga keamanan para pengguna jalan.

Pengoperasian Jalur Bisa Disesuaikan Berdasarkan Kondisi Lapangan

PT Jasa Marga Jogja Solo juga menegaskan bahwa skema pengoperasian jalur fungsional tersebut bersifat fleksibel. Artinya kebijakan di lapangan dapat berubah sesuai kondisi lalu lintas maupun faktor lain yang mempengaruhi keselamatan.

Manajemen PT JMJ akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau dinamika arus kendaraan. Salah satu pihak yang memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan lalu lintas adalah Kepolisian.

Jika terjadi kepadatan lalu lintas yang terlalu tinggi atau kondisi tertentu yang membahayakan, jalur tersebut dapat ditutup sementara. Penutupan dapat dilakukan sebagai bagian dari langkah pengendalian arus kendaraan.

"Nah, pengoperasian ini pun nanti akan ditentukan oleh kondisi lapangan. Misalnya, polisi menganggap kepadatannya sudah berlebih, ini bisa ditutup, semua kendaraan bisa dibuang di Prambanan. Atau cuaca ekstrem, pandangan terbatas bisa juga. Jadi semua ini juga bergantung dari keadaan lapangan nantinya," pungkasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pengoperasian jalur fungsional ini. Keputusan akhir mengenai penggunaan jalur akan sangat bergantung pada situasi di lapangan.

Dengan demikian, masyarakat yang berencana menggunakan jalur tersebut diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas. Informasi mengenai kondisi lalu lintas juga akan terus diperbarui selama masa operasional berlangsung.

Progres Pembangunan Tol Solo Yogyakarta Masih Berlanjut

Sementara itu, jika melihat perkembangan proyek secara keseluruhan, pembangunan Tol Solo-Yogyakarta masih terus berjalan di berbagai segmen. Beberapa bagian telah selesai dan beroperasi, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Pada Paket 1.2 B yang mencakup ruas Prambanan-Purwomartani, progres pembangunan saat ini telah mencapai 93,30 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa proyek hampir mendekati tahap penyelesaian.

Sementara itu Paket 1.1 yang menghubungkan Solo hingga Klaten telah beroperasi penuh. Begitu juga dengan Paket 1.2 A yang menghubungkan Klaten hingga Prambanan yang kini sudah berfungsi secara normal.

Pada Seksi 2 proyek tol ini, pembangunan masih terus berlangsung di beberapa paket pekerjaan. Paket 2.1 A yang menghubungkan Purwomartani hingga Maguwoharjo baru mencatatkan progres pembangunan sebesar 28,53 persen.

Sedangkan Paket 2.2 B yang berada di wilayah Trihanggo hingga Sleman telah mencapai progres pembangunan sebesar 79,38 persen. Proyek tersebut terus dikebut agar dapat segera mendukung konektivitas kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.

Beberapa paket pekerjaan lainnya di Seksi 2 seperti wilayah Monjali dan Gamping masih berada dalam tahap pembebasan lahan. Proses tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum konstruksi dapat dilanjutkan.

Sementara itu, seluruh pengerjaan pada Seksi 3 yang akan menghubungkan Gamping hingga Purworejo saat ini masih tertahan pada proses pembebasan lahan. Proses tersebut masih berlangsung sebelum pembangunan fisik dapat dimulai secara penuh.

Pembangunan Tol Solo-Yogyakarta sendiri merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah. Kehadiran jalan tol ini nantinya akan mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.

Dengan dibukanya jalur Prambanan-Purwomartani secara fungsional selama masa mudik Lebaran 2026, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat awal dari pembangunan infrastruktur tersebut. Selain membantu mengurai kemacetan, jalur ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju pengoperasian tol secara penuh di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index