BRIN Reaktivasi Reaktor Nuklir TRIGA 2000 Bandung

BRIN Reaktivasi Reaktor Nuklir TRIGA 2000 Bandung
BRIN Operasikan Lagi Reaktor TRIGA 2000 Guna Pacu Riset Nuklir [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) lewat Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) mengaktifkan kembali reaktor TRIGA 2000 Bandung demi keperluan riset reaktor, teknik analisis, penciptaan produk radioisotop dan radiofarmaka, hingga sektor pendidikan.

"Reaktor TRIGA 2000 saat ini memiliki izin operasi reaktor berdasarkan Keputusan Kepala Bapeten Nomor 500/IO/Ka-BAPETEN/29-V-2017 tentang Perpanjangan Izin Operasi Reaktor TRIGA 2000 Bandung pada 29 Mei 2017 yang berlaku hingga Juli 2027, dengan daya 1000 kW," kata Ketua Tim Pengelolaan Instalasi Reaktor TRIGA (IRT), Abdul Rohim Iso Suwarso di Jakarta, Rabu (15/07/2026).

Iso menyebutkan reaktor yang diresmikan oleh Presiden pertama RI Soekarno pada 20 Februari 1965 ini merupakan aset vital milik negara sekaligus salah satu infrastruktur strategis nasional demi menyokong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia.

Ia memaparkan bahwa ditinjau dari aspek teknis, Reaktor TRIGA 2000 Bandung sangat layak untuk dijalankan.

"Sebagai operator reaktor, kami melihat Reaktor TRIGA laik dioperasikan hingga setelah 2027, karena berbagai Struktur, Sistem, dan Komponen (SSK) reaktor telah diremajakan dan sistem pendukung telah diperbarui, antara lain penguatan struktur gedung reaktor, penggantian sistem pendingin, pompa sekunder, cooling tower, serta sistem ventilasi. Upaya modernisasi tersebut merupakan komitmen BRIN dalam menjaga keandalan dan keselamatan pengoperasian reaktor," ujarnya.

Di samping itu, pasokan elemen bakar dinilai masih memadai guna menyokong operasional reaktor dalam siklus kerja yang terjadwal demi menyuplai keperluan para peneliti internal BRIN maupun warga umum.

Salah satu kegunaan Reaktor TRIGA 2000 Bandung ialah untuk aktivitas riset teknik nuklir Analisis Aktivasi Neutron (AAN). Salah satu ilmuwan yang menggunakannya yakni Diah Dwiana Lestiani, Peneliti Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir BRIN.

Diah menjabarkan bahwa AAN ialah metode analisis nuklir yang dipakai untuk mengenali sekaligus menetapkan kadar dari unsur-unsur kimia yang terdapat di dalam suatu bahan.

"AAN merupakan teknik nuklir yang didasarkan pada reaksi penangkapan neutron oleh inti atom yang terdapat pada sampel uji. Reaksi tersebut menghasilkan radionuklida yang memancarkan sinar gamma karakteristik, sehingga dapat diidentifikasi dan diukur kadar unsur-unsur di dalamnya," ujarnya.

Menurut Diah, lewat berfungsinya kembali reaktor TRIGA ini, pemanfaatannya diharapkan mampu mempercepat riset teknik analisis nuklir, sehingga bisa mengentaskan problem yang dihadapi masyarakat serta memperkokoh sinergi riset domestik maupun internasional.

Untuk kalangan masyarakat, universitas, sektor industri, ataupun lembaga riset yang berencana memakai fasilitas iradiasi Reaktor TRIGA 2000 Bandung, dapat mengirimkan pengajuan lewat platform ELSA (E-Layanan Sains) BRIN melalui situs elsa.brin.go.id pada pilihan menu Jasa Iradiasi Neutron Reactor Training Research Isotopes General Atomics (TRIGA) 2000 Fasilitas dalam Teras (Iradiasi Pendek).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index