JAKARTA - PT PAL Indonesia bergandengan tangan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk memperkokoh pengembangan riset dan teknologi guna meningkatkan kapasitas industri galangan kapal dalam negeri.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengutarakan bahwa langkah ini menjadi wujud respons atas arahan Presiden terkait penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan PT PAL dalam mempercepat penguasaan teknologi sekaligus mendorong industrialisasi sektor perkapalan nasional.
"Sinergi tersebut juga penting untuk memastikan hasil riset dapat diimplementasikan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri nasional. Saat ini PT PAL juga telah berkolaborasi dengan Universitas dalam negeri seperti ITS dan Unhas,” katanya di Surabaya, Jumat (31/7/2026).
Kaharuddin memaparkan bahwasanya industri perkapalan tergolong sektor strategis yang mengantongi kecakapan dalam menyatukan aneka disiplin ilmu serta kompetensi industri nasional ke dalam sebuah produk bernilai tinggi.
Oleh karena itu, keterlibatan institusi perguruan tinggi dan lembaga riset dinilai bakal kian memperkuat kemampuan industri dalam mengerek teknologi sekaligus menyelesaikan beragam tantangan teknis yang dihadapi industri perkapalan.
Kaharuddin mengungkapkan bahwa dalam kurun lima tahun belakangan, PT PAL telah menggelar transformasi komprehensif melalui pembaruan fasilitas produksi, penerapan Industri Maritim 4.0 (IM4), digitalisasi alur bisnis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola perusahaan.
Rangkaian transformasi tersebut terbukti sanggup mendongkrak produktivitas dan efisiensi proses manufaktur, sekaligus memperkokoh daya saing PT PAL di pasar domestik maupun global.
Kendati demikian, Kaharuddin menegaskan bahwa cita-cita menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia tidak sanggup dieksekusi oleh pihak industri secara mandiri, lantaran transformasi industri maritim memerlukan sokongan serta kolaborasi dari bermacam-macam pemangku kepentingan.
“Transformasi ini harus menjadi gerakan bersama. Dibutuhkan dukungan pemerintah, industri pendukung, lembaga keuangan, perguruan tinggi, hingga lembaga riset agar ekosistem industri maritim nasional tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.