JAKARTA - PT Danantara Investment Management (DIM), lewat entitas anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), kembali membuka pendaftaran daftar penyedia terseleksi (DPT) demi mengakselerasi transformasi pengolahan sampah menjadi energi dengan menggaet mitra strategis berskala nasional maupun global.
Direktur Investasi Danantara DIM sekaligus CEO Denera, Fadli Rahman, menyampaikan bahwa perluasan DPT ini merupakan wujud komitmen Danantara dalam memformulasikan ekosistem mitra yang solid dan kompetitif guna menopang transformasi pengelolaan sampah di Tanah Air secara berkelanjutan.
"Tantangan pengelolaan sampah di Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya melalui proyek-proyek individual. Dibutuhkan ekosistem mitra yang kredibel, memiliki teknologi, kapasitas pendanaan, kapabilitas operasional, serta komitmen jangka panjang untuk mengeksekusi proyek dalam skala besar," kata Fadli dalam keterangan di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pelaksanaan proyek waste-to-energy (WtE) di Indonesia melangkah ke fase berikutnya seiring dibukanya kembali registrasi DPT oleh DIM melalui Denera.
"Registrasi DPT ini merupakan proses prakualifikasi dalam program WtE atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Danantara," ujarnya.
Sejalan dengan langkah akselerasi Indonesia dalam menangani isu pengelolaan sampah perkotaan sekaligus mewujudkan bauran energi yang lebih bersih, Denera hadir sebagai entitas pengolahan sampah terpadu yang didirikan oleh DIM untuk mengomandoi pengembangan serta eksekusi proyek PSEL di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah strategis ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, yang menjadi payung hukum dalam percepatan eksekusi proyek PSEL lewat pemanfaatan teknologi yang berwawasan lingkungan.
Pembukaan registrasi DPT ini meneruskan respons positif dari dua gelombang prakualifikasi terdahulu, yang sukses menggaet partisipasi dari perusahaan asal tujuh negara serta membuktikan besarnya daya tarik internasional terhadap sektor WtE di Indonesia.
DIM bersama Denera mengundang entitas bisnis maupun konsorsium yang menguasai kapabilitas serta rekam jejak pada pengembangan proyek PSEL, engineering, procurement and construction (EPC), penyediaan teknologi, operations and maintenance (O&M), pembiayaan proyek, serta penyediaan layanan infrastruktur pendukung lainnya untuk mengikuti tahapan seleksi ini.
Program ini ditujukan untuk menjaring mitra yang mengantongi keahlian teknis, kemampuan pendanaan, serta komitmen jangka panjang yang dibutuhkan guna merealisasikan proyek-proyek PSEL skala besar untuk menopang transformasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan transisi energi bersih di Indonesia.
Lewat registrasi DPT ini, lanjut Fadli, pihaknya memperluas ekosistem tersebut sekaligus membuka ruang bagi lebih banyak pelaku usaha nasional maupun internasional untuk menyalurkan pengalaman dan kapabilitas terbaik mereka dalam program PSEL Indonesia.
"Prioritas kami tetap sama kemitraan yang kuat, kapabilitas yang telah terbukti, dan eksekusi yang menghasilkan dampak nyata di lapangan," tegas Fadli.
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) telah diserahi mandat sebagai registration and verification agent dalam penyelenggaraan registrasi DPT ini.
Pihak yang berminat dapat mengontak IIF lewat surel resmi pendaftaran DPT di danantara.wtepartnership@iif.co.id.
IIF akan memfasilitasi registration pack serta petunjuk teknis mengenai tahapan registrasi DPT, meliputi kelengkapan expression of interest (EOI), dokumen wajib yang mesti dilampirkan, tata cara pengiriman berkas, tenggat pelaksanaan, serta akses ke virtual data room.