Wamensos Cek Progres Sekolah Rakyat di 3 Daerah Prasejahtera

Wamensos Cek Progres Sekolah Rakyat di 3 Daerah Prasejahtera
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo meninjau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Probolinggo, Kuantan Singingi, serta Polewali Mandar sebagai langkah mempercepat penyediaan akses pendidikan tanpa biaya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Proses pengerjaan fisik di Kuantan Singingi (Kuansing) dan Polewali Mandar telah berjalan, sedangkan di kawasan Probolinggo masih berada pada tahap pengusulan lahan.

“Tinggal jenengan (Anda) mengelola. Saya minta tolong, bupati dan jajarannya mendukung kepala sekolah dan kebutuhan-kebutuhan yang ada di sekolah itu,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Ucapan tersebut diutarakan Agus Jabo sewaktu melakoni audiensi bersama Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi, Plt Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Muklisin, dan Ketua DPRD Polewali Mandar Fahry Fadly di Gedung Kemensos, Jakarta.

Agus Jabo memaparkan bahwa Kemensos mustahil melangkah sendirian dalam menyelenggarakan Sekolah Rakyat. 

Oleh sebab itu, dirinya merangkul pemerintah daerah untuk saling menopang keberhasilan program ini, mulai dari tahapan pengajuan lahan, konstruksi fisik, hingga masa kegiatan belajar mengajar.

Pihaknya menerangkan bahwa Presiden Prabowo merancang Sekolah Rakyat guna memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Jadi beliau (Presiden) tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Sekolah Rakyat ini jalan untuk menggraduasi saudara-saudara kami yang miskin melalui jalur pendidikan,” katanya.

Lewat penyampaian laporannya, Plt Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Muklisin membeberkan bahwa progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di daerahnya kini sudah menyentuh 90 persen. Bangunan tersebut berlokasi di Komplek Sport Center Teluk Kuantan.

“Alhamdulillah, kami satu-satunya di Provinsi Riau yang (pertama) mendapatkan (kepercayaan membangun gedung permanen) Sekolah Rakyat,” ujar Muklisin.

Muklisin mengutarakan pihaknya menargetkan sekolah tersebut dapat mulai difungsikan pada pertengahan Agustus ini. 

Beragam kebutuhan pendukung, seperti kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mencakup tenaga pengajar, wali asuh, hingga pengelola asrama pun telah dirampungkan.

“Tanggal 18 sampai 28 Agustus masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS. Nah, 31 Agustus itu matrikulasi,” kata Muklisin.

Sementara itu, pengerjaan konstruksi Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sampai saat ini juga terus digenjot. 

Pembangunan berdiri di atas area seluas 6,5 hektare di Desa Sambalibali, Kecamatan Luyo, yang bersumber dari hibah pribadi Bupati Polewali Mandar (Polman) Samsul Mahmud.

“Alhamdulillah, di Provinsi Sulawesi Barat ada dua Sekolah Rakyat, yaitu satu di Kabupaten Mamuju, dan satunya di daerah kami, daerah Kabupaten Polewali Mandar,” kata Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly.

“Dan tanah yang digunakan, Sekolah Rakyat itu adalah tanah hibah, tanah pribadi Bapak Bupati Kabupaten Polewali Mandar,” ujarnya menambahkan.

Kondisi berbeda dijumpai di Kabupaten Probolinggo, yang mana pendirian gedung permanen Sekolah Rakyat sempat tersendat akibat hambatan penyediaan lahan.

Meski begitu, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini atau Lora Fahmi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah menyiapkan area seluas 5,2 hektare dan tengah menunggu penuntasan berkas administrasinya.

“Alhamdulillah, hari ini untuk lahan yang sudah ready 5,2 hektare, yang sisa untuk sampai 7 hektare ada tanah kas desa yang hari ini sampun (sudah) mendapat persetujuan, sudah dilaksanakan Musdesnya untuk dilepas, hanya sedang dalam proses ini. Nah, untuk itu, kami berharap bahwa dalam pelaksanaan (pembangunan) tahap tiga ini sudah bisa segera dimulai agar di kami juga,” ujar Lora Fahmi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index