JAKARTA - Solo tidak hanya dikenal dengan budaya Jawa yang kental dan gaya hidup slow living. Kota ini juga menyimpan beragam wisata kuliner malam yang patut dicicipi setelah aktivitas sehari-hari.
Pilihan kuliner di Solo sangat bervariasi, dari hidangan tradisional Jawa hingga sajian bercita rasa Eropa yang dipadukan bumbu khas Indonesia. Harga yang ramah di kantong membuat kuliner malam ini semakin digemari penduduk lokal maupun wisatawan.
Selain makanan berat, Solo memiliki jajanan street food yang menggugah selera. Banyak makanan ini cocok dinikmati setelah sholat tarawih, menjadi ritual malam bagi warga Solo.
Shi Jack Susu Segar: Pionir Minuman Segar di Solo
Susu Shi Jack berada di Jalan Veteran No.180, Surakarta, dan dikenal sebagai pionir susu segar di Solo. Warung ini buka sejak pukul 05.30 hingga 01.00, sehingga fleksibel bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman hangat malam hari.
Menu andalannya adalah susu segar dengan aneka camilan ringan, pas untuk makan malam tanpa merasa terlalu kenyang. Harga satu gelas susu segar mulai sekitar Rp 8.500, dengan pilihan gorengan, sate kulit, sate usus, piscok, dan nasi bungkus.
Warung ini menjadi favorit karena suasananya santai dan ramah bagi semua kalangan. Banyak pengunjung datang setelah tarawih untuk sekadar menikmati minuman dan bercengkerama dengan teman.
Nasi Liwet Yu Sani: Gurihnya Areh Membuat Malam Lebih Hangat
Warung makan Yu Sani berlokasi di Jalan Ir. Soekarno No.8, Langenharjo, Sukoharjo. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 16.30 hingga 23.00 WIB, menawarkan nasi liwet dengan berbagai lauk yang menggugah selera.
Keistimewaan nasi liwet Yu Sani terletak pada tambahan areh, santan kental berbumbu rempah khas Solo. Rasa gurihnya membuat nasi liwet ini sangat diminati warga dan wisatawan, terutama saat menikmati malam.
Nasi liwet bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari pengalaman kuliner Solo yang hangat. Banyak pengunjung datang bersama keluarga atau teman untuk menikmati hidangan tradisional ini.
Soto Seger Mbak Ronggeng: Hangatnya Kuah Bening di Malam Hari
Soto khas Jawa Tengah terkenal dengan kuah bening yang segar dan ngaldu. Salah satu rekomendasi terbaik adalah Soto Seger Mbak Ronggeng di Jalan S. Parman Surakarta.
Warung ini buka mulai pukul 23.00 hingga 04.00, sangat cocok bagi mereka yang ingin makan malam larut. Harga per porsi sekitar Rp 10.000, sudah termasuk lauk pendamping seperti tempe dan tahu goreng.
Soto hangat menjadi teman tepat untuk malam yang sejuk. Banyak warga Solo datang setelah tarawih untuk menikmati sensasi kuah segar yang menenangkan perut.
Gudeg Jenang Ceker Bu Witri: Kuliner 24 Jam dengan Cita Rasa Tradisional
Solo juga dikenal dengan gudeg yang lezat, salah satunya Gudeg Jenang Ceker Bu Witri. Terletak di Jalan A. Yani, Jebres, Surakarta, warung ini buka 24 jam untuk memenuhi kebutuhan kuliner malam.
Sajian gudeg terdiri dari sayur nangka muda, krecek, dan ceker ayam yang dimasak berkali-kali sehingga empuk dan gurih. Harga seporsi gudeg ceker sekitar Rp 22.000, membuatnya mudah dijangkau semua kalangan.
Keistimewaan warung ini adalah fleksibilitas waktu, sehingga pengunjung bisa menikmati gudeg kapan saja. Banyak warga dan wisatawan menjadikannya tujuan utama setelah menjalankan sholat tarawih.
Kuliner Malam Solo Sebagai Bagian dari Kehidupan Sosial
Berburu kuliner malam di Solo tidak sekadar makan, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup warga. Aktivitas ini memungkinkan orang berkumpul, bersosialisasi, dan menikmati makanan bersama keluarga atau teman.
Kuliner malam juga memperlihatkan keragaman cita rasa yang dimiliki kota Solo. Dari susu segar hingga gudeg ceker dan soto, setiap hidangan mencerminkan tradisi dan inovasi kuliner lokal.
Selain itu, kuliner malam membantu menjaga roda perekonomian lokal tetap berjalan. Banyak pedagang kaki lima dan warung legendaris bertahan puluhan tahun karena dukungan pengunjung setia yang datang setiap malam.
Para wisatawan pun mendapatkan pengalaman berbeda dibandingkan siang hari. Sensasi makanan hangat di malam hari membawa kenangan kuliner yang lebih berkesan.
Dengan menjelajah kuliner malam, pengunjung bisa merasakan kehidupan kota Solo secara utuh. Dari hidangan tradisional hingga minuman segar, setiap gigitan menawarkan pengalaman rasa dan budaya yang autentik.
Kuliner malam menjadi bagian penting dari identitas Solo. Aktivitas sederhana seperti menikmati nasi liwet, soto, atau gudeg setelah tarawih ternyata bisa menjadi pengalaman sosial dan wisata kuliner yang menyenangkan.
Bagi yang belum sempat mencoba, empat rekomendasi Shi Jack Susu Segar, Nasi Liwet Yu Sani, Soto Seger Mbak Ronggeng, dan Gudeg Jenang Ceker Bu Witri wajib dicatat. Setiap tempat menawarkan pengalaman unik dan rasa yang sulit dilupakan.
Menikmati kuliner malam di Solo juga bisa menjadi sarana eksplorasi budaya. Rasa, aroma, dan cara penyajian makanan mencerminkan tradisi Jawa yang masih terjaga hingga sekarang.
Selain itu, waktu buka yang panjang membuat kuliner malam ini fleksibel bagi semua kalangan. Baik bagi warga lokal maupun wisatawan, pengalaman ini menjadi cara ideal mengakhiri hari di Solo.