Perak Antam

Harga Perak Antam Turun Rp 150 Per Gram, Tapi Masih Ada Peluang Cuan Investor

Harga Perak Antam Turun Rp 150 Per Gram, Tapi Masih Ada Peluang Cuan Investor
Harga Perak Antam Turun Rp 150 Per Gram, Tapi Masih Ada Peluang Cuan Investor

JAKARTA - Harga perak PT Aneka Tambang (Antam) pada hari Jumat, 30 Januari 2025 mengalami penurunan. Hal ini terjadi seiring melemahnya harga emas Antam di pasar domestik.

Perak Antam kini dibanderol Rp 72.750 per gram, turun Rp 150 dari harga sebelumnya Rp 72.900 per gram. Penurunan ini menunjukkan koreksi kecil setelah lonjakan harga beberapa waktu lalu.

Rincian Harga Perak Batangan dan Ketersediaannya

Perak batangan ukuran 250 gram dijual dengan harga Rp 13,189 juta per batang. Sedangkan perak ukuran 500 gram dibanderol Rp 25,578 juta, namun stok untuk kedua ukuran tersebut saat ini masih kosong.

Kondisi ini menandakan tingginya permintaan terhadap perak fisik. Investor yang ingin membeli perak batangan harus memantau ketersediaan stok secara rutin.

Harga emas Antam juga turun signifikan, sebesar Rp 48.000 per gram. Harga emas kini berada di level Rp 3,12 juta per gram, setelah mencapai Rp 3,168 juta per gram pada 29 Januari 2026.

Selain harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut turun. Harga buyback tercatat Rp 2,939 juta per gram, turun Rp 50.000 dari perdagangan sebelumnya.

Faktor Global yang Memengaruhi Pergerakan Harga

Harga perak spot global turun 2,1% menjadi US$ 114,141 per ons. Sebelumnya harga sempat menyentuh US$ 121,64 per ons, mencerminkan volatilitas pasar logam mulia.

Meski terkoreksi, harga perak telah melonjak lebih dari 60% sepanjang bulan ini. Lonjakan tersebut dipicu defisit pasokan dan aksi beli berbasis momentum dari investor.

Analis pasar global Marex, Guy Wolf, menilai pasar perak, platinum, dan paladium relatif lebih kecil dibanding emas atau S&P 500. Kondisi ini membuat harga logam-logam tersebut lebih rentan terhadap arus spekulatif.

David Meger, Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, mengatakan pasar mengalami aksi jual tajam setelah logam mulia mencetak rekor baru. Menurutnya, aksi spekulatif menjadi salah satu pemicu penurunan harga sementara.

Meskipun koreksi terjadi, secara bulanan harga emas spot masih menguat sekitar 24%. Selain itu, harga emas juga naik 7% sepanjang pekan ini, menandakan tren kenaikan jangka panjang tetap berlangsung.

Strategi Investor Menghadapi Fluktuasi Harga

Investor perak dan emas disarankan memanfaatkan koreksi harga sebagai peluang membeli logam dengan harga lebih rendah. Penurunan saat ini tidak selalu merugikan, tetapi bisa menjadi momentum akumulasi untuk jangka panjang.

Pemilik emas dan perak lama tetap bisa memperoleh keuntungan dengan menjual sebagian aset. Buyback Antam yang masih tinggi memberikan kesempatan untuk meraih cuan meski harga pasar turun sedikit.

Fluktuasi mingguan menjadi indikator penting bagi strategi jual-beli logam mulia. Investor perlu mencatat harga tertinggi dan terendah serta tren pergerakan harga mingguan agar bisa mengambil keputusan tepat.

Selain itu, pemahaman tentang ketersediaan stok perak batangan menjadi penting. Stok kosong pada ukuran besar menandakan permintaan tinggi, sehingga perencanaan pembelian harus matang.

Harga global juga menjadi faktor penentu pergerakan harga lokal. Pergerakan harga perak spot yang volatile memengaruhi strategi investor di pasar domestik.

Pemantauan harga emas dan perak harian membantu menentukan waktu optimal membeli atau menjual. Dengan strategi yang tepat, risiko kerugian dapat diminimalkan dan potensi keuntungan bisa maksimal.

Investor juga harus memperhatikan momentum pasar global. Lonjakan harga sebelumnya bisa menandakan fase koreksi yang normal dalam siklus logam mulia.

Buyback Antam menjadi indikator likuiditas emas di pasar domestik. Harga yang kompetitif memungkinkan pemilik emas menjual dengan cepat dan aman.

Meskipun harga emas dan perak turun, investasi logam mulia tetap menarik. Stabilitas jangka panjang dan potensi lindung nilai dari inflasi membuat emas dan perak tetap menjadi pilihan strategis.

Tren harga perak yang naik lebih dari 60% sepanjang bulan ini menunjukkan peluang besar bagi investor baru. Penurunan harga saat ini bisa dimanfaatkan sebagai titik masuk untuk membeli dengan harga lebih murah.

Investor jangka panjang perlu mencermati pergerakan harga mingguan dan bulanan. Data historis membantu memprediksi tren harga logam mulia dan menentukan strategi jual-beli.

Koreksi harga emas dan perak adalah bagian dari dinamika pasar yang wajar. Investor yang memahami pola ini akan lebih siap menghadapi volatilitas pasar logam mulia.

Selain itu, pemahaman terhadap pasar global membantu menentukan strategi lindung nilai. Aksi beli berbasis momentum dan defisit pasokan global menjadi faktor penting dalam pergerakan harga lokal.

Kesimpulannya, meskipun harga perak dan emas Antam turun pada Jumat, 30 Januari 2025, peluang investasi masih terbuka lebar. Pemahaman tren harga, ketersediaan stok, dan strategi buyback menjadi kunci sukses bagi investor logam mulia.

Harga emas dan perak yang stabil namun fluktuatif memberikan kesempatan untuk mengoptimalkan keuntungan. Investor yang cermat dapat memanfaatkan penurunan harga saat ini untuk memperkuat portofolio logam mulia mereka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index