JAKARTA - Digital Edge mengambil langkah besar dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia. Perusahaan pusat data ini menanamkan investasi sebesar USD4,5 miliar atau sekitar Rp75,4 triliun untuk membangun fasilitas pusat data hyperscale berbasis kecerdasan buatan (AI).
Proyek ini diberi nama CGK Campus dan dirancang untuk menangani kebutuhan digital yang terus meningkat. Fasilitas ini menjadi proyek infrastruktur terbesar yang pernah dilakukan Digital Edge di Indonesia.
Skala dan Kapasitas Fasilitas
CGK Campus memiliki kapasitas awal sebesar 500 megawatt (MW), menandai tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur digital nasional. Proyek ini juga memiliki potensi ekspansi hingga satu gigawatt (GW), menjadikannya salah satu pusat data hyperscale terbesar di Indonesia.
Permintaan terhadap kapasitas pusat data meningkat seiring pertumbuhan layanan digital dan cloud. Pemanfaatan AI di berbagai industri menuntut fasilitas dengan kapasitas besar dan teknologi mutakhir untuk mendukung beban kerja intensif.
Lokasi CGK Campus strategis, kurang dari 15 kilometer dari klaster pusat data utama di kawasan GIIC Industrial Estate, Bekasi. Fasilitas ini juga sekitar 40 kilometer dari EDGE1 dan EDGE2, sehingga menawarkan latensi rendah untuk pusat bisnis Jakarta.
Desain Berstandar Internasional dan Ramah Lingkungan
Digital Edge menekankan efisiensi dan keberlanjutan dalam desain CGK Campus. Target annualized power usage effectiveness (PUE) fasilitas ini sebesar 1,25, menandakan efisiensi energi tinggi.
Fasilitas menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling untuk mendukung beban kerja AI berintensitas tinggi. Selain itu, sistem daur ulang air dan integrasi energi terbarukan diterapkan untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Arsitektur pusat data ini carrier-neutral, memungkinkan fleksibilitas konektivitas dan akses ke ekosistem jaringan yang luas. Nasabah dan penyedia layanan cloud dapat menghubungkan sistem mereka tanpa terkunci pada satu operator jaringan.
Tahapan Pembangunan dan Target Operasional
Pembangunan CGK Campus dilakukan secara bertahap dengan tiga gedung utama. Gedung pertama ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2026, gedung kedua pada kuartal I-2027, dan gedung ketiga pada kuartal II-2027.
Pendekatan bertahap ini memungkinkan pengelolaan risiko konstruksi lebih efektif. Selain itu, kapasitas operasional dapat disesuaikan dengan permintaan pasar yang terus bertambah setiap tahunnya.
CEO Digital Edge, John Freeman, menekankan pentingnya CGK Campus dalam strategi perusahaan di Asia Pasifik. Ia menyatakan bahwa fasilitas ini memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi lonjakan permintaan layanan digital, cloud, dan AI di masa mendatang.
Investasi ini juga menandai komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung ekosistem digital lokal. CGK Campus diharapkan menjadi tulang punggung layanan digital untuk perusahaan, pemerintahan, dan institusi pendidikan.
Selain kapasitas besar, fasilitas ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai layanan digital yang semakin kompleks. Digital Edge menargetkan AI, big data, dan layanan cloud enterprise sebagai fokus utama fasilitas ini.
Keunggulan teknologi yang diterapkan memungkinkan proses analisis data yang cepat dan efisien. Dengan kapasitas dan teknologi mutakhir, CGK Campus siap menangani lonjakan permintaan digital di berbagai sektor industri.
Fasilitas ini juga mempermudah perusahaan lokal dan internasional mengakses infrastruktur hyperscale. Latensi rendah dan konektivitas luas menjadi daya tarik bagi perusahaan teknologi yang membutuhkan kecepatan tinggi dan stabilitas jaringan.
Digital Edge menekankan integrasi antara keberlanjutan dan efisiensi dalam operasional sehari-hari. Teknologi pendinginan canggih dan daur ulang air menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap lingkungan.
Dengan fasilitas ini, Indonesia semakin siap menghadapi transformasi digital global. Pusat data hyperscale CGK Campus menjadi fondasi kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Selain mendukung bisnis skala besar, CGK Campus juga membuka peluang kolaborasi dengan startup dan UMKM berbasis teknologi. Infrastruktur ini dapat diakses oleh berbagai pelaku industri untuk mempercepat inovasi digital.
Permintaan layanan cloud dan AI yang terus meningkat menjadi faktor utama investasi besar ini. Digital Edge memproyeksikan bahwa kebutuhan data center hyperscale akan terus bertumbuh seiring adopsi teknologi baru di berbagai sektor.
Lokasi strategis di Bekasi memungkinkan efisiensi distribusi data ke pusat-pusat bisnis di Jakarta. Hal ini menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan akses cepat dan aman terhadap data mereka.
Digital Edge menunjukkan bahwa pengembangan pusat data tidak hanya soal kapasitas, tetapi juga kualitas layanan dan keamanan. Fasilitas ini didesain untuk memenuhi standar internasional dan memastikan kontinuitas operasional tanpa gangguan.
CGK Campus juga menjadi simbol transformasi digital di Indonesia. Dengan integrasi AI dan teknologi hyperscale, fasilitas ini menyiapkan ekosistem digital nasional untuk menghadapi tantangan industri masa depan.
Investasi senilai Rp75,4 triliun ini memperlihatkan kepercayaan perusahaan terhadap potensi pasar digital Indonesia. Digital Edge optimistis fasilitas ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi dalam jangka panjang.
Kesimpulannya, pembangunan CGK Campus menandai era baru bagi infrastruktur digital di Indonesia. Dengan kapasitas besar, teknologi canggih, dan desain ramah lingkungan, fasilitas ini siap menjadi pusat data hyperscale terdepan di Asia Tenggara.