Arsy Buana (HAJJ) Kelola Penuh Hotel Madinah, Bidik Margin Lebih Tinggi

Arsy Buana (HAJJ) Kelola Penuh Hotel Madinah, Bidik Margin Lebih Tinggi
Kelola Penuh Hotel di Madinah, HAJJ Incar Peningkatan Laba 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Arsy Buana Travelindo Tbk. (HAJJ) menargetkan peningkatan laba pada 2026 seiring dengan dimulainya pengelolaan hotel di Madinah secara penuh. Langkah tersebut membuka peluang perolehan margin yang lebih tinggi dibandingkan dengan skema allotment parsial yang dijalankan sebelumnya.

Direktur Utama HAJJ Saipul Bahri mengatakan perseroan sengaja mengubah strategi bisnis dengan lebih selektif memilih portofolio hotel dan berfokus pada aset yang memiliki margin lebih tinggi.

"Fokus pada segmen hotel bermargin tinggi dan disiplin biaya telah memperkuat posisi kami di pasar. Meski pendapatan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejalan dengan ritme eksekusi kontrak, profitabilitas kami justru meningkat secara konsisten di seluruh lini," ujar Saipul dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

Pada semester I/2026, HAJJ membukukan pendapatan sebesar Rp363,60 miliar, turun 30,31% dibandingkan Rp521,77 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Penurunan tersebut terjadi setelah perseroan memutuskan tidak memperpanjang kontrak allotment sejumlah hotel dengan margin rendah dan memfokuskan sumber daya pada properti yang memberikan tingkat profitabilitas lebih tinggi.

Sejalan dengan itu, laba komprehensif neto periode berjalan juga turun 12,35% menjadi Rp23,60 miliar dari Rp26,93 miliar pada semester I/2025. Meski laba secara nominal menurun, perseroan menilai kualitas profitabilitas meningkat berkat ekspansi margin di seluruh lini usaha.

Kontribusi segmen hotel tetap mendominasi bisnis perseroan dengan menyumbang 89,90% dari total pendapatan pada semester I/2026, dibandingkan 92,76% pada periode yang sama tahun lalu. 

Menurut Saipul, hal tersebut menegaskan posisi HAJJ sebagai penyedia layanan hotel allotment di Makkah dan Madinah dengan basis pendapatan berulang (recurring revenue) yang kuat.

Mulai tahun ini, perseroan juga mengelola secara penuh sebuah hotel di Madinah. Berbeda dengan skema allotment parsial, model bisnis tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk mengoptimalkan tingkat okupansi dan tarif kamar sehingga berpotensi menghasilkan margin yang lebih tinggi.

Strategi tersebut tercermin pada peningkatan margin keuntungan. Laba kotor tercatat relatif stabil sebesar Rp68,36 miliar dibandingkan Rp69,76 miliar pada semester I/2025. Namun, margin laba kotor meningkat menjadi 18,80% dari 13,37%.

Selain itu, margin laba sebelum pajak (EBT margin) naik menjadi 8,02% dari 6,48%, sedangkan margin EBITDA meningkat menjadi 10,17% dari 8,17%. Perbaikan tersebut didukung oleh penurunan beban umum dan administrasi sebesar 26,55%, portofolio hotel yang lebih selektif dengan margin lebih tinggi, serta efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Di tengah dinamika geopolitik yang sempat memanas di kawasan Timur Tengah pada awal 2026, manajemen HAJJ memastikan penyelenggaraan layanan umrah dan haji sepanjang semester I/2026 tetap berjalan lancar dan aman. 

Perseroan menilai dampak ketegangan geopolitik terhadap operasional relatif terbatas dan terkendali, sejalan dengan pelaksanaan ibadah haji yang berlangsung sesuai rencana berdasarkan pernyataan otoritas Arab Saudi.

Direktur Keuangan HAJJ Agung Prabowo mengatakan hasil semester pertama tahun ini menunjukkan efektivitas strategi perseroan dalam meningkatkan kualitas profitabilitas.

"Dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah juga masih kami pantau terkendali. Dengan struktur biaya yang lebih ramping dan alokasi sumber daya yang tepat menjadi landasan penting bagi keberlanjutan kinerja ke depan," ujar Agung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index