JAKARTA – Emiten pengelola RS Siloam, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), mencatatkan performa yang solid sepanjang kurun Januari—Juni 2026. Laba bersih yang dikantongi perseroan mengalami kenaikan 27,11% secara tahunan pada rentang waktu ini.
Merujuk pada laporan keuangan perseroan, SILO menghimpun total pendapatan mencapai Rp6,76 triliun sepanjang periode enam bulan pertama 2026. Capaian tersebut menandakan kenaikan 10,78% year-on-year (YoY) dari angka Rp6,10 triliun pada kurun yang sama di tahun 2025.
Berdasarkan pembagian segmennya, porsi pendapatan Siloam masih didominasi oleh Siloam Hospital Lippo Village yang menyumbangkan Rp815,13 miliar, disusul Siloam Hospital Kebon Jeruk sebesar Rp615,81 miliar, serta MRCCC dengan nilai Rp778,48 miliar.
Untuk area di luar Pulau Jawa, Siloam Hospital Medan menorehkan total pendapatan Rp243,31 miliar, Siloam Hospital Makassar mencapai Rp275,59 miliar, Siloam Hospital Palembang senilai Rp320,97 miliar, serta Siloam Hospital Denpasar sebesar Rp296,64 miliar.
Seiring dengan kenaikan perolehan pendapatan perseroan, Siloam turut mencatatkan lonjakan beban pokok pendapatan yang terangkat menjadi Rp4,18 triliun selama semester I/2026.
Meski demikian, setelah diperhitungkan dengan potongan berbagai beban dan akumulasi pajak, SILO sukses membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang melesat 27,11% YoY dari posisi Rp456,82 miliar menjadi Rp580,68 miliar pada periode semester I/2026.
Dari aspek posisi neraca keuangan, Siloam membukukan pertumbuhan total aset dari Rp14,49 triliun pada Desember 2025 menjadi Rp15,83 triliun pada penutupan Juni 2026.
Sementara itu, perseroan juga mencatatkan akumulasi total liabilitas yang bertambah menjadi Rp5,28 triliun per Juni 2026, disertai jumlah total ekuitas yang terangkat ke level Rp10,54 triliun pada periode yang sama.