JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyodorkan ide inovatif bagi jajaran pimpinan perguruan tinggi untuk memaksimalkan skema cuti akademik panjang (sabbatical leave) supaya para pengajar dapat sejenak terjun menyelami operasional industri demi mendongkrak mutu pengajaran.
Jebolan Virginia Polytechnic Institute and State University, AS, tersebut membagikan kisah pengalamannya sewaktu menimba ilmu di kampus tersebut, yang mana pihak kampus secara rutin memfasilitasi pengajarnya untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem profesional.
"Setiap lima tahun, dosen itu diberikan kesempatan sabbatical leave enam bulan," kata Yassierli dalam kegiatan Rapat Tahunan Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Lewat skema tersebut, lanjutnya, para pendidik diproyeksikan sanggup mengecap secara langsung dinamika tata kelola korporasi, sehingga wawasan serta materi perkuliahan yang disalurkan kepada para mahasiswa senantiasa adaptif terhadap tantangan nyata di lapangan kerja.
"Kalau menurut saya bapak dan ibu dekan, if you have the authority (kalau kebijakan berada di tangan anda) menurut saya sih, setiap dosen itu harus dibuka wawasannya. Sekali (dalam) lima tahun," ujar Guru Besar Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Menurut penilaian Yassierli, urgensi pembaruan cakrawala berpikir ini bakal makin krusial di tengah melesatnya modernisasi sektor usaha, mulai dari penerapan sistem kerja jarak jauh (remote work) hingga adopsi otomatisasi yang mengubah lanskap bisnis konvensional.
Di samping itu, Menaker turut menaruh harapan agar iklim komunikasi akademik di lingkungan kampus dapat berlangsung lebih luwes dan saling menopang, utamanya pada upaya merespons laju inovasi teknologi terkini.
Yassierli pun mengimbau para profesor agar berkenan mendampingi sekaligus melapangkan ruang berkreasi bagi para dosen muda yang umumnya berkecepatan lebih dalam menguasai perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI).
"Bapak-bapak para guru besar, saatnya kami mundur beberapa langkah ke belakang, kami beri kesempatan kepada anak muda untuk mengelaborasi AI ini," tutur Yassierli.