Eropa Minati Properti Residensial dan Komersial di Indonesia

Eropa Minati Properti Residensial dan Komersial di Indonesia
Konsultan properti Knight Frank Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Konsultan properti Knight Frank Indonesia memproyeksikan para pelaku usaha asal Uni Eropa (EU) menaruh minat tinggi pada sektor properti residensial serta komersial di Indonesia.

"Kalau kita bagi dalam dua sektor untuk properti, residensial dan komersial, saya rasa untuk residensial kita akan bagus untuk luxury atau premium residensial. Baik itu apartemen strata maupun sewa, saya rasa itu dua yang bagus," ujar Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat dalam konferensi pers daring di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Pihaknya menerangkan, merujuk riset Knight Frank Indonesia, ceruk apartemen sewa asal Eropa menjadi salah satu penyewa (tenant) terbanyak yang tersebar di area Central Business District (CBD) Jakarta maupun kawasan prime non-CBD.

Selanjutnya, ia menambahkan, pada kategori properti komersial, para investor tersebut mengantongi kriteria tersendiri yang dipastikan bersinggungan atau berdampak pada bidang industri dan logistik.

Pada sektor properti komersial, pilihan utama jatuh pada bidang energi baru terbarukan (renewable energy). Lantas, disusul lini teknologi semisal pusat data (data center) yang tak cuma diserbu pemain Asia, melainkan juga datang dari Eropa dan Amerika Serikat.

"Kemudian yang terkait dengan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam hal ini khususnya untuk mineral kritis yang value resource based-nya ada di Indonesia. Untuk mineral kritis yang berkaitan dengan EV ini juga menjadi sektor yang dikerjasamakan oleh para investor dari Eropa yang kita lihat bahwa ini akan bergerak atau membuka peluang terhadap sektor industri dan logistik," katanya.

Sebagai wawasan tambahan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) ditargetkan terlaksana pada kuartal IV tahun ini.

Direktur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Basaria Tiara Desika L Gaol atau yang karib disapa Tiara memaparkan bahwa perihal IEU-CEPA, kesepakatan antar kedua belah pihak baik Indonesia maupun Uni Eropa (EU) telah ditandatangani tahun lalu.

Pihak Indonesia kala itu diwakilkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto guna menyepakati substansi IEU-CEPA, hingga tuntas secara substansial (substantially concluded) pada September 2025.

Sesudahnya, tahapan dilanjutkan dengan legal scrubbing process yang saat ini telah rampung. Oleh karena itu, agenda penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) diproyeksikan terealisasi pada kuartal IV tahun ini.

Pihaknya berharap proses ratifikasi dapat tuntas dengan cepat, sehingga di kuartal I tahun 2027 seluruh tahapan selesai dan siap diberlakukan secara efektif (entry into force) untuk langsung menyokong iklim dunia usaha.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index