IHSG Tutup Melemah Seiring Pergerakan Bursa Saham Asia

IHSG Tutup Melemah Seiring Pergerakan Bursa Saham Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore berakhir terkoreksi selaras dengan melesunya bursa saham di kawasan Asia.

IHSG ditutup melorot 7,43 poin atau 0,12 persen ke level 6.343,71. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 menyusut 3,13 poin atau 0,49 persen menuju posisi 630,86.

"Bursa regional Asia bergerak melemah seiring sikap pelaku pasar yang terus memantau perkembangan di Timur Tengah,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Mengenai dinamika mancanegara, Iran mengumumkan kesepakatan bersama Oman terkait rute pelayaran melewati Selat Hormuz, sehingga memicu harapan bertambahnya aliran ekspor energi yang melintasi kawasan strategis tersebut.

Aparat Iran menyebutkan bahwa draf pernyataan bersama sedang difinalisasi, dengan estimasi rute tetap berfungsi dalam rentang dua hingga empat bulan. Walau begitu, mereka menggarisbawahi bahwa skema ini tak lantas membuka kembali Selat secara menyeluruh.

“Di sisi lain, pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan ketidakpastian upaya membuka kembali Selat Hormuz, potensi gangguan setelah serangan di laut Merah, yang mana kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah menghantam kapal tanker minyak Arab Saudi di perairan utara Laut Merah,” ujar Nico.

Selanjutnya, para investor terus meninjau respons jajaran pejabat The Fed serta rilis data penyerapan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan perlambatan.

“Pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed tahun ini, sekarang hanya memperkirakan satu kenaikan hingga akhir tahun, turun dari dua kenaikan pada minggu lalu,” ujar Nico.

Di saat bersamaan, data ekonomi AS mencatat pertambahan lapangan kerja sektor swasta hanya mencapai 44.000 pada Juli 2026, yang merupakan capaian terendah semenjak Januari 2026 dan berada jauh di bawah estimasi awal sebesar 70.000.

Di lokasi terpisah, Gubernur Fed Lisa Cook menegaskan kembali kesiapannya menaikkan suku bunga apabila laju inflasi tak kunjung mereda. 

Senada, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengemukakan bahwa momen saat ini sudah tepat untuk memulai penyesuaian suku bunga secara berjenjang.

Dari ranah domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menembus angka 5,29 persen year on year (yoy) pada kuartal II 2026—melewati prediksi awal—belum sanggup mendongkrak performa IHSG.

Para pelaku pasar terpantau masih sangat berhati-hati, lantaran pergerakan indeks belum sepenuhnya disokong oleh saham-saham berfundamental solid maupun aliran modal asing, melainkan lebih didominasi saham-saham spekulatif.

Sempat dibuka menguat, IHSG bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama transaksi. Memasuki sesi kedua, arah IHSG berbalik turun ke zona merah sampai perdagangan berakhir.

Mengacu pada Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor berhasil menanjak dipimpin sektor energi yang melesat 1,57 persen, disusul sektor industri serta sektor transportasi & logistik yang masing-masing menguat 0,91 persen dan 0,71 persen.

Sebaliknya, tujuh sektor terperosok dengan sektor barang kesehatan mencatat penurunan terdalam mencapai 0,55 persen, disusul sektor properti serta sektor teknologi yang terkikis masing-masing 0,54 persen dan 0,46 persen.

Untuk jajaran saham yang mengantongi kenaikan harga tertinggi mencakup TMPO, PDES, FAST, IATA, dan JGLE. Sementara saham-saham yang mencatatkan pelemahan paling curam adalah TALF, BACH, ROCK, ISAP, dan GPSO.

Frekuensi transaksi saham terdata sebanyak 2.661.000 kali dengan volume perdagangan mencapai 53,47 miliar lembar saham senilai Rp18,15 triliun. Secara keseluruhan, 278 saham menguat, 354 saham melemah, dan 331 saham stagnan.

Pergerakan bursa saham kawasan Asia sore ini menunjukkan indeks Nikkei merosot 0,89 persen ke 65.712,00, indeks Shanghai menguat 0,57 persen ke 3.900,35, indeks Hang Seng terkoreksi 1,49 persen ke 25.530,28, indeks Kospi anjlok 4,58 persen ke 6.296,38, serta indeks Kuala Lumpur susut 0,63 persen ke 1.737,15.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index