IHSG Menguat Kembali di Tengah Volatilitas Pasar dan Sentimen Investor Global

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:46:02 WIB
IHSG Menguat Kembali di Tengah Volatilitas Pasar dan Sentimen Investor Global

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini kembali menguat setelah dua hari mengalami tekanan cukup dalam. Pada pembukaan perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, IHSG berada di level 8.308,725, menunjukkan tanda pemulihan awal.

Hingga pukul 09.25 WIB, IHSG melonjak 102,680 poin atau 1,25 persen ke posisi 8.334,882. Lonjakan ini diikuti penguatan mayoritas saham, di mana 528 emiten tercatat naik, sementara 117 melemah dan 69 stagnan.

Total transaksi yang terjadi hingga saat ini mencapai Rp7,377 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 10,655 miliar saham. Aktivitas perdagangan pagi ini mencerminkan minat investor yang kembali meningkat setelah tekanan jual asing beberapa hari terakhir.

Potensi Fluktuasi IHSG Hari Ini

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif sepanjang hari. Ia menambahkan, indeks masih aman selama mampu bertahan di atas level 8.050, dengan support berada di kisaran 8.050–8.100 dan resist di 8.300–8.400.

Pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, IHSG ditutup turun 1,06 persen dengan net sell asing mencapai Rp5,11 triliun. Saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain BBCA, BMRI, ANTM, BBNI, dan TLKM, mencerminkan tekanan signifikan di sektor perbankan dan pertambangan.

Pergerakan IHSG pagi ini sebagian dipengaruhi aksi ambil untung dan kepercayaan investor yang mulai pulih. Strategi investor untuk membeli saham unggulan menciptakan momentum rebound sementara di pasar domestik.

Sentimen Pasar Global

Wall Street pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, mayoritas melemah akibat kinerja keuangan Microsoft dan perhatian pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Indeks S&P 500 turun 0,13 persen, Nasdaq Composite melemah 0,72 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average justru naik 0,11 persen, menunjukkan pergerakan yang beragam.

Di Asia, indeks juga bergerak beragam seiring kehati-hatian investor menjelang rilis laporan keuangan Apple. Nikkei 225 Jepang naik 0,03 persen dan Topix menguat 0,28 persen, sementara Kospi Korea Selatan naik 0,98 persen dan Kosdaq melonjak 2,73 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,51 persen, tetapi S&P/ASX 200 Australia turun 0,07 persen dan Taiex Taiwan melemah 0,82 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan sentimen di pasar regional, terutama terkait sektor teknologi dan laporan korporasi.

Investor global masih menyesuaikan strategi dengan data ekonomi terbaru dan pengumuman kebijakan moneter AS. Volatilitas ini menjadi faktor utama pergerakan saham domestik di pagi hari, termasuk IHSG yang sensitif terhadap sentimen eksternal.

Rekomendasi Saham untuk Hari Ini

Beberapa saham direkomendasikan untuk menjadi pilihan trading hari ini, termasuk ARCI, HRTA, MDKA, INET, ELSA, dan DOOH. Strategi ini difokuskan pada area beli tertentu, target harga, serta cutloss untuk meminimalkan risiko.

Saham ARCI direkomendasikan spec buy dengan area beli di Rp1.870–Rp1.900 dan cutloss di bawah Rp1.835. Target harga untuk saham ini berada di kisaran Rp1.930–Rp1.975, memberikan potensi kenaikan yang moderat.

Saham HRTA direkomendasikan spec buy pada area Rp2.230–Rp2.250 dengan cutloss di bawah Rp2.100. Target harga saham ini berada di Rp2.400–Rp2.520, menunjukkan peluang rebound yang cukup signifikan.

Saham MDKA direkomendasikan strategi buy on weakness di area Rp3.000–Rp3.120. Cutloss ditempatkan di bawah Rp2.900, dengan target harga mencapai Rp3.300–Rp3.460, memanfaatkan momentum penguatan IHSG.

Saham INET masuk kategori spec buy pada area beli Rp334–Rp354 dengan cutloss di bawah Rp326. Target harga INET diperkirakan berada di kisaran Rp380–Rp402, mengikuti pergerakan sektor teknologi yang mulai pulih.

Saham ELSA juga direkomendasikan spec buy dengan area beli Rp630–Rp635 dan cutloss di bawah Rp620. Target harga saham ini berkisar Rp650–Rp675, memberikan potensi kenaikan moderat di tengah volatilitas pasar.

Saham DOOH direkomendasikan spec buy pada area beli Rp182–Rp196 dengan cutloss di bawah Rp176. Target harga saham ini diperkirakan Rp206–Rp220, menawarkan peluang keuntungan jangka pendek bagi trader aktif.

Pergerakan IHSG hari ini tetap memerlukan kehati-hatian. Fluktuasi yang terjadi pagi ini dipengaruhi oleh aksi investor asing, sentimen global, dan laporan keuangan emiten yang menjadi fokus pasar.

Pemantauan secara real-time menjadi kunci bagi pelaku pasar untuk menentukan strategi trading. Investor disarankan memperhatikan support dan resistensi IHSG serta rekomendasi saham yang dapat dimanfaatkan untuk momentum beli.

Rebound IHSG pagi ini menandai adanya optimisme investor untuk mengambil peluang setelah penurunan beberapa hari terakhir. Namun, risiko tetap ada mengingat sentimen global dan domestik bisa berubah sewaktu-waktu.

Kombinasi faktor eksternal dan internal mendorong IHSG bergerak fluktuatif. Ketahanan indeks di level kunci akan menjadi indikator utama bagi tren pergerakan saham selanjutnya.

Dengan dukungan sektor unggulan dan saham pilihan trading, investor dapat memanfaatkan rebound ini secara bijak. Strategi membeli saham unggulan dan mengikuti target harga yang realistis menjadi langkah aman untuk menghadapi volatilitas pasar.

Pergerakan pagi ini juga menegaskan bahwa IHSG sangat dipengaruhi oleh sentimen investor global. Faktor eksternal seperti laporan korporasi raksasa teknologi dan kebijakan The Fed tetap menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar.

Sementara itu, investor lokal dapat menggunakan momentum ini untuk melakukan diversifikasi portofolio. Mengikuti rekomendasi saham dan memperhatikan cutloss menjadi strategi penting untuk meminimalkan risiko.

Kesimpulannya, IHSG pagi ini menunjukkan rebound yang signifikan, tetapi potensi fluktuasi tetap tinggi. Investor perlu waspada dan menyesuaikan strategi trading dengan kondisi pasar global dan domestik saat ini.

Terkini