JAKARTA - Bank Jago terus mencatat tren positif pada penggunaan fitur “Kantong” di aplikasinya hingga akhir Desember 2025. Jumlah kantong yang dibuat nasabah menembus angka 40 juta, dengan rata-rata 9,5 juta kantong baru setiap tahunnya.
Fitur “Kantong” kini tidak hanya dianggap sebagai layanan perbankan, tetapi juga menjadi gaya hidup dalam mengatur keuangan pribadi. Head of Customer Research & Experience Bank Jago, Fikri Tegar Devaas Sulistiyaji, menekankan bahwa kantong mempermudah nasabah dalam mencapai tujuan finansial mereka.
Keunggulan Fitur Kantong Bank Jago
Bank Jago menghadirkan berbagai jenis kantong yang dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan nasabah. “Kantong Bayar” terhubung langsung dengan kartu debit Visa, memudahkan transaksi harian, sementara “Kantong Nabung” memiliki fitur target, progres tabungan, dan auto-budgeting.
Keberagaman kantong memfasilitasi pengelolaan keuangan berbasis tujuan, baik untuk individu maupun kelompok. Fitur ini memungkinkan kolaborasi dengan keluarga, kerabat, dan teman, sambil tetap menjaga transparansi melalui “Kantong Bersama”.
“Dengan Kantong Bersama, nasabah dapat mengatur keuangan secara kolaboratif tanpa kehilangan kontrol dan transparansi,” jelas Devaas. Hingga Desember 2025, jumlah Kantong Bersama yang dibuat pengguna meningkat 87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Demografi Pengguna dan Tren Digital
Mayoritas pengguna Kantong Bersama berasal dari generasi Z dan milenial, dengan rentang usia 20 hingga 34 tahun. Komposisi gender relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan, menunjukkan fitur ini menarik bagi semua kalangan produktif dan digitally native.
Pertumbuhan ini menegaskan bahwa pengelolaan uang bersama orang terdekat semakin diminati. Nasabah juga lebih matang dan terencana dalam memanfaatkan kantong, terlihat dari nama dan peruntukannya seperti dana darurat, kebutuhan harian, dan rumah tangga.
Bank Jago mencatat bahwa salah satu jenis Kantong Bersama yang populer adalah “Kantong Arisan”. Fitur ini dirancang untuk arisan digital dengan iuran terjadwal dan sistem kocok otomatis, di mana dana hanya dapat ditarik oleh pemenang sesuai giliran.
Transformasi Tradisi Arisan ke Digital
Sepanjang 2025, jumlah Kantong Arisan meningkat signifikan, terutama dari sisi nominal yang tumbuh 69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Fikri Tegar Devaas Sulistiyaji menekankan bahwa tradisi lokal kini dapat ditransformasi ke platform digital dengan aman dan praktis.
Pengguna Kantong Arisan beragam, mulai dari kelompok keluarga kecil hingga komunitas ibu rumah tangga, alumni, dan pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa fitur tidak hanya sebagai alat pengelolaan keuangan, tetapi juga sebagai pengikat sosial dan komunitas.
Dengan Kantong Arisan, nasabah bisa mengikuti arisan tanpa harus bertemu langsung, mengurangi risiko kesalahan iuran dan meningkatkan kenyamanan. Fitur ini mempermudah koordinasi dan pencatatan keuangan, sehingga semua anggota memiliki transparansi penuh.
Bank Jago juga menyoroti bahwa keberhasilan Kantong Bersama memicu pertumbuhan penggunaan kantong lain. Fitur-fitur seperti Kantong Belanja, Kantong Investasi, dan Kantong Liburan mulai banyak diminati oleh generasi muda.
Tren ini menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan semakin diterima luas. Pengguna tidak lagi terbatas pada transaksi perbankan konvensional, melainkan mengelola seluruh aspek keuangan dalam satu aplikasi.
Selain kemudahan pengelolaan, Kantong Bank Jago memotivasi pengguna untuk lebih disiplin menabung dan mengatur anggaran. Fitur auto-budgeting membantu nasabah memonitor pengeluaran dan menyesuaikan target finansial.
Bank Jago menekankan pentingnya personalisasi pengalaman nasabah. Setiap kantong dapat diatur sesuai tujuan dan kebutuhan, baik individu maupun kelompok, sehingga nasabah merasa kontrol penuh atas keuangan mereka.
Dengan lonjakan penggunaan kantong dan fitur kolaboratif, Bank Jago semakin mengukuhkan posisi sebagai pelopor digital banking berbasis tujuan. Fitur ini mendukung literasi keuangan sekaligus mempermudah pengelolaan uang secara praktis.
Kesimpulannya, pertumbuhan Kantong Bank Jago mencerminkan pergeseran perilaku keuangan masyarakat. Nasabah kini lebih mengutamakan kemudahan, transparansi, dan kolaborasi dalam mengelola keuangan mereka secara digital.
Bank Jago berhasil memadukan teknologi dan tradisi lokal, seperti arisan, ke dalam ekosistem digital yang aman dan efisien. Hal ini membuka peluang bagi generasi muda dan kelompok produktif untuk menabung, berinvestasi, dan mengatur keuangan bersama secara modern.
Fitur kantong menjadi solusi bagi kebutuhan pengelolaan keuangan masa kini. Selain memberikan fleksibilitas, fitur ini juga meningkatkan kedisiplinan, kolaborasi, dan keterlibatan komunitas dalam urusan finansial.
Bank Jago membuktikan bahwa transformasi digital dapat membawa tradisi lokal ke ranah modern. Kantong bukan sekadar fitur, tetapi cara baru dalam mengatur keuangan yang mengintegrasikan kebiasaan sosial dengan teknologi.