JAKARTA – PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) mematok target lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2026. Sasaran ambisius tersebut ditetapkan FORE seusai sukses mengantongi kinerja yang solid sepanjang kurun enam bulan pertama 2026.
Direktur Fore Kopi Fahmi Rachmatullah, menjelaskan bahwa realisasi kinerja semester I/2026 dengan perolehan pendapatan mencapai Rp1 triliun serta laba bersih Rp56,48 miliar telah berjalan selaras dengan proyeksi manajemen.
”Manajemen guidance itu kami ekspektasikan akan ada kenaikan sekitar 50% untuk top line dan 70% bottom line jika dibandingkan tahun lalu,” katanya di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Walaupun demikian, Fahmi tak menampik adanya tantangan akibat kondisi ekonomi nasional yang mengalami perlambatan, sehingga memicu risiko tekanan terhadap daya beli masyarakat.
Hanya saja, Fahmi menekankan bahwa segmen konsumen yang menjadi basis utama FORE cenderung resilien terhadap penurunan dinamika ekonomi.
Pasar premium affordable yang disasar dinilai tak begitu sensitif terhadap kenaikan harga, serta diyakini tetap melakukan transaksi pengeluaran meski kondisi ekonomi tengah melandai.
”Mereka tidak sesensitif itu kalau nantinya akan ada, misalnya kenaikan harga segala macam. Nah jadi ini sangat membantu. Dan target konsumer FORE itu masih spending, walaupun Indonesia secara ekonomi di bagian-bagian tertentu, sedang melemah,” tegasnya.
Sepanjang periode berjalan ini, FORE konsisten menjalankan strategi perluasan jaringan toko dengan menambah lebih dari 40 outlet baru selama semester I/2026. Lebih dari 40% di antaranya ditempatkan di kawasan kota-kota Tier 2 dan Tier 3.
Total gerai aktif di bawah naungan Fore Coffee Indonesia kini mencapai 363, meningkat drastis dari posisi 259 pada semester I/2025.
Ditambah dengan 10 outlet aktif Fore Donut serta 4 outlet aktif Fore Coffee Singapura, total jaringan Grup FORE saat ini menembus 377 gerai yang tersebar di lebih dari 60 kota.
Menjelang akhir tahun 2026, FORE membidik penambahan hingga 100 gerai baru yang terdiri atas 70 Fore Coffee dan 30 Fore Donut.
”Di tahun ini kami ekspektasikan lebih dari 400 [gerai Fore Coffee], itu artinya kami akan buka sekitar 80-an lebih tokonya. Untuk donat, nanti diekspektasikan sampai akhir tahun ini mungkin 25—30an toko,” katanya.
Sementara itu, merujuk laporan keuangan perseroan per Juni 2026, FORE sukses mencatatkan penjualan hingga Rp1 triliun, atau mengalami lonjakan 51,71% secara year-on-year (YoY) dari Rp662,37 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Penyumbang pendapatan terbesar masih didominasi oleh segmen minuman dengan torehan nilai penjualan Rp884,18 miliar sepanjang kurun Januari—Juni 2026. Hasil ini mencerminkan kenaikan 48,25% YoY dibandingkan capaian Rp596,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, seiring berjalannya perluasan gerai Fore Donut, perseroan turut membukukan kenaikan tajam penjualan pada segmen makanan hingga 90,20% YoY menjadi Rp119,68 miliar per Juni 2026.
Pada segmen lain-lain, FORE menghimpun penjualan senilai Rp6,07 miliar, terangkat dari posisi Rp3,04 miliar pada periode sama 2025.
Adapun FORE mampu meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang melesat 34,39% YoY menjadi Rp56,48 miliar di semester I/2026, dari angka Rp42,03 miliar pada paruh pertama 2025.