Rupiah Dibuka Lesu ke Rp17.730 per Dolar AS, Pasar Antisipasi The Fed

Rupiah Dibuka Lesu ke Rp17.730 per Dolar AS, Pasar Antisipasi The Fed
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar rupiah mengawali sesi perdagangan Rabu (16/9/2026) dengan mengalami pelemahan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) seiring langkah pasar yang mencermati dan mengantisipasi arah sikap hawkish dalam Federal Open Market Committee (FOMC).

Merujuk data kajian Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda terkoreksi 0,20% atau tergerus 36 poin menuju kisaran Rp17.730 per dolar AS.

Kelesuan mata uang Garuda seirama dengan pergerakan mayoritas mata uang di wilayah Asia. Won Korea Selatan terdeteksi mengalami tekanan paling dalam atas dolar AS yaitu sebesar 0,56%, disusul rupee India yang terkikis 0,42%, lalu yen Jepang merosot 0,22%, serta baht Thailand menyusut 0,12%.

 Selanjutnya, dolar Taiwan terdepresiasi 0,11%, mengekor dolar Singapura yang melemah 0,08%, dan yuan China yang tergerus 0,01%.

Secara berlawanan, peso Filipina memimpin zona penguatan terhadap dolar AS sebesar 0,13%, disusul ringgit Malaysia yang terangkat 0,02%. Sementara itu, dolar Hong Kong teramati bergerak stagnan.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menaksir rupiah masih bakal melanjutkan tren koreksi terhadap dolar AS sepanjang jam perdagangan hari ini.

Kondisi tersebut didorong oleh lonjakan imbal hasil (yield) obligasi AS serta harga minyak dunia yang masih merangkak naik, sehingga memicu kewaspadaan investor atas potensi keputusan keras (hawkish) dari The Fed pada hasil keputusan FOMC nanti malam.

"Investor mengantisipasi sikap hawkish The Fed dalam keputusan FOMC," ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Di samping itu, nihilnya rilis data ekonomi krusial dari dalam negeri sepanjang pekan ini menjadikan sentimen domestik secara umum cenderung netral.

Doo Financial Futures memproyeksikan pergerakan rupiah bergulir pada rentang Rp17.600 – Rp17.750 per dolar AS hari ini dengan tetap memperhatikan dinamika mata uang Asia yang secara umum juga mengawali pagi di zona merah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index