LANSKAPBERITA.COM — Seorang peneliti optik asal China memenangkan kompetisi video mikroskop tahunan Nikon setelah merekam gerakan abnormal silia di saluran napas seorang anak penderita kelainan genetik langka. Kemenangan ini menyoroti bagaimana teknologi pencitraan super-resolusi membantu ilmuwan memahami penyakit pernapasan yang jarang terdeteksi sejak dini.
Ning Xu dari Tsinghua University, Beijing, keluar sebagai juara Small World in Motion tahun ini yang disponsori Nikon. Ia mengalahkan 346 entri video lain dari 40 negara berbeda lewat rekaman super-resolusi yang memperlihatkan gerakan tidak normal silia di saluran napas seorang anak dengan Primary Ciliary Dyskinesia (PCD), kelainan genetik yang memengaruhi fungsi pernapasan.
Kompetisi Small World in Motion pertama digelar pada 2011 sebagai turunan dari Small World Photomicrography Competition yang sudah berjalan sejak 1974. Keduanya bertujuan memperlihatkan keindahan sekaligus kerumitan objek yang dilihat lewat mikroskop cahaya, satu lewat foto diam dan satu lagi lewat videografi.
Apa Itu Primary Ciliary Dyskinesia
PCD adalah gangguan genetik yang menyerang struktur mirip rambut halus bernama silia yang melapisi paru-paru dan sejumlah area tubuh lain. Gerakan bergelombang silia berfungsi memindahkan kuman, lendir, debu, serta zat iritan lain agar bisa dikeluarkan tubuh lewat batuk atau bersin.
Pada orang yang lahir dengan PCD, fungsi silia ini terganggu sehingga zat iritan menumpuk dan memicu infeksi saluran napas, termasuk berbagai komplikasi lanjutan. Silia penderita bisa berukuran salah, berbentuk tidak normal, atau bahkan tidak tumbuh sama sekali.
Kelainan itu membuat silia bergerak secara abnormal atau tidak bergerak sama sekali. Rekaman Ning Xu memperlihatkan langsung pola gerakan yang menyimpang tersebut, sesuatu yang sulit ditangkap lewat pengamatan mikroskop konvensional.
Teknologi di Balik Rekaman Juara
Video yang memenangkan kontes memanfaatkan pencitraan super-resolusi, teknik yang memungkinkan mikroskop cahaya menembus batas detail yang biasanya tak terlihat. Kemampuan ini membuka peluang bagi peneliti untuk mengamati proses biologis mikroskopis secara lebih presisi.
Perkembangan teknologi kamera dan perangkat lunak membuat pengguna kini bisa merekam film atau gambar selang waktu langsung melalui mikroskop. Kompetisi Small World in Motion memanfaatkan kemajuan itu sebagai ajang menunjukkan hasil terbaik dari berbagai laboratorium dunia.