JAKARTA — Emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), memperkirakan potensi pendapatan dari dua proyek tambang batu bara yang dikembangkan melalui anak usahanya, PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP) di Kalimantan Tengah, dapat mencapai sekitar US$3,26 miliar sepanjang masa operasional tambang.
Direktur Utama SINI Amir Antolis menjelaskan, estimasi pendapatan tersebut dihitung berdasarkan asumsi harga pasar batu bara yang mengacu pada indeks ICI, bukan menggunakan harga tetap. Dengan demikian, nilai pendapatan akan mengikuti kualitas batu bara yang dihasilkan dari masing-masing proyek tambang.
Untuk proyek PT PBC, perseroan memperkirakan potensi pendapatan mencapai sekitar US$2,604 miliar dengan asumsi harga jual batu bara sebesar US$62 per ton dan target produksi kumulatif sebanyak 42 juta ton selama umur tambang.
Sementara itu, proyek PT CBP diproyeksikan memberikan pendapatan sekitar US$656 juta dengan asumsi harga jual batu bara sebesar US$82 per ton serta target produksi kumulatif 8 juta ton.
"Basis perhitungan estimasi pendapatan menggunakan asumsi harga pasar batu bara berdasarkan ICI yang disesuaikan dengan kualitas batu bara," ujar Amir dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2026).
Perseroan menyampaikan bahwa PT PBC dan PT CBP merupakan entitas usaha SINI yang saat ini tengah dikembangkan sebagai proyek tambang batu bara baru.
Kegiatan first cut di PT PBC ditargetkan dimulai pada kuartal IV/2026. Sementara itu, PT CBP dijadwalkan mulai beroperasi pada semester II/2027 setelah pembangunan akses jalan menuju lokasi tambang selesai dan memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Sejalan dengan pengembangan kedua proyek tersebut, perseroan juga terus mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur pendukung.
Hingga saat ini, pembangunan hauling road menuju PT CBP telah mencapai sekitar 83,74% untuk jalur menuju area CBP dan ditargetkan selesai pada Februari 2027. Adapun jalur menuju PBC telah rampung dibangun dan kini memasuki tahap surfacing.
Di sisi lain, proses pembebasan lahan masih terus berjalan. Amir menyebut progres pembebasan lahan untuk area operasional PT PBC telah mencapai sekitar 45%, sedangkan PT CBP berada di kisaran 15% dari total kebutuhan lahan yang telah direncanakan.
Menurut Amir, hambatan utama dalam proses pembebasan lahan berasal dari adanya klaim kepemilikan atau penguasaan lahan oleh pihak ketiga, proses negosiasi dengan pemilik lahan, serta verifikasi legalitas dan status kepemilikan yang membutuhkan waktu.
"Perseroan secara aktif melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses pembebasan lahan dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga memperlancar pelaksanaan rencana pengembangan usaha Perseroan," ujar Amir.
Amir juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum terdapat kontrak penjualan batu bara yang ditandatangani untuk hasil produksi dari PT PBC maupun PT CBP.
Meski demikian, SINI sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah calon pembeli yang memiliki kapasitas serta pengalaman di industri batu bara.